Jakarta (KABARIN) - FC Barcelona resmi mengajukan keluhan kepada UEFA terkait kepemimpinan wasit Istvan Kovacs dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions UEFA melawan Atletico Madrid.
Keluhan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah pertandingan yang digelar di Camp Nou pada Kamis dini hari berakhir.
Barcelona menilai wasit tidak mengambil keputusan sesuai aturan yang berlaku sehingga berdampak pada jalannya pertandingan hingga hasil akhir.
Salah satu momen yang dipersoalkan terjadi pada menit ke-54 saat pemain Atletico Marc Pubill diduga menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti setelah menerima umpan dari rekannya Juan Musso. Namun, wasit tetap melanjutkan permainan meski sempat mendapat protes dari para pemain Barcelona.
Menurut Barcelona, insiden tersebut seharusnya menghasilkan penalti bagi mereka.
"Bagi Barcelona, keputusan yang bersamaan dengan kurangnya intervensi VAR ini, adalah kesalahan besar," tulis pernyataan klub.
Barcelona juga meminta UEFA untuk menyelidiki kejadian tersebut, termasuk komunikasi yang dilakukan wasit selama pertandingan. Klub berharap ada evaluasi terbuka serta langkah lanjutan untuk mencegah kejadian serupa.
Selain itu, Barcelona menilai insiden seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di Liga Champions dan bisa menciptakan ketidakadilan dalam pertandingan.
"Keputusan wasit yang tidak masuk akal berdampak buruk pada tim dan menciptakan standar ganda yang membuat pertandingan tidak berjalan dengan setara," lanjut pernyataan tersebut.
Dalam laga tersebut, Barcelona harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dengan skor 0 2. Selain insiden penalti, keputusan lain yang juga diperdebatkan adalah kartu merah untuk bek Barcelona Pau Cubarsi pada menit ke-44 meski sudah melalui tinjauan VAR.
Sumber: ANTARA