Jakarta (KABARIN) - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni membenarkan dirinya sempat menjadi korban pemerasan oleh seseorang yang mengaku sebagai utusan Komisi Pemberantasan Korupsi gadungan dengan permintaan uang sebesar Rp300 juta.
Menurut Sahroni, pelaku merupakan seorang perempuan yang menemuinya di kompleks parlemen, Jakarta, dan mengaku membawa pesan terkait dukungan dari pimpinan KPK. Ia kemudian langsung melakukan pengecekan ke KPK.
"Saya langsung cek ke KPK dan KPK menyangkal ada utusan tersebut,” kata Sahroni.
Setelah mendapatkan klarifikasi, Sahroni mengaku sempat menyerahkan uang sesuai permintaan pelaku. Hal itu dilakukan agar kasus tersebut bisa diungkap dan pelaku dapat ditindak.
"Jadi, memang saya mendukung agar orang-orang seperti ini diberantas," ujarnya.
Ia juga menyebut telah berkoordinasi dengan KPK dan Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk mengungkap kasus tersebut. Setelah itu, ia melaporkan kejadian itu secara resmi ke pihak kepolisian.
Sahroni mengatakan proses penangkapan dilakukan dengan bantuan dirinya yang memberikan uang tersebut di lokasi yang telah disepakati.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menangkap empat orang yang diduga mengaku sebagai pegawai KPK gadungan. Mereka diduga melakukan pemerasan dengan mengatasnamakan lembaga antirasuah tersebut terhadap Sahroni.
Sumber: ANTARA