Jakarta (KABARIN) - Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS merilis keputusan yang terbilang kontroversial dengan melarang semua produsen elektronik termasuk ponsel pintar melakukan pengujian perangkat di laboratorium China.
Dilaporkan GSM Arena Senin (4/5) waktu setempat, keputusan ini berlaku untuk semua perangkat elektronik yang dipasarkan di AS.
Sebagai gambaran dari industri ponsel pintar, pengujian di laboratorium dilakukan untuk memastikan standar seperti emisi radio hingga kompatibilitas jaringan.
Mengingat deretan merek-merek ponsel pintar global berasal dari China, mereka tentunya memiliki pusat riset dan pengembangan (R&D) mandiri di negara asalnya itu.
Tentu dengan larangan pengetesan di laboratorium China tersebut diterapkan FCC AS, hal ini menjadi salah satu penghambat untuk para produsen elektronik masuk dengan mudah ke pasar AS.
Apalagi mengingat berdasarkan data FCC sekitar 75 persen dari semua perangkat elektronik di AS bergantung pada hasil pengujian dari laboratorium di China.
Setelah larangan ini diterbitkan, FCC membuka periode komentar publik selama 30-60 hari untuk para pelaku industri dan konsumen. Selama periode ini, FCC juga masih mungkin melakukan perubahan pada larangan itu.
Meski terkesan kontroversial, sebenarnya keberadaan aturan ini tidak terlalu mengejutkan karena AS telah menganggap China sebagai kompetitor yang mengancam.
Selain pelarangan pengetesan di laboratorium China, FCC juga tengah menimbang untuk melarang pengujian elektronik AS di semua negara yang tidak memiliki perjanjian pengakuan bersama (mutual recognition agreement/MRA).
Tentu saja China menjadi salah satu negara yang terdampak lagi aturan pelarangan ini apabila resmi dijadikan regulasi. Hal itu dikarenakan China memang tidak memiliki MRA dengan AS.
Jika aturan pelarangan tersebut ditetapkan, kemungkinan besar tidak akan memengaruhi perangkat elektronik yang telah disertifikasi sebelum aturan itu terbit.
Perangkat masih diizinkan beredar di pasar AS selama dua tahun sebelum harus disertifikasi ulang.
Itu artinya untuk industri ponsel pintar di AS ponsel-ponsel iPhone, Pixel, dan Galaxy yang lebih lama kemungkinan besar akan ditarik dari pasaran agar tidak perlu melakukan sertifikasi ulang.
Ke depannya, ponsel pintar yang bakal dipasarkan ke AS namun diproduksi dari China harus dikirim ke negara lain terlebih dahulu di mana FCC menyetujui pengujian sertifikasi sebelum sampai AS.
Tentunya skema ini akan sangat memakan waktu dan biaya, tapi jika aturan ini terus berlaku mau tidak mau skema ini tetap harus dihadapi oleh produsen ponsel pintar.
Sumber: GSM Arena