AS Sebut Ada Kemajuan dalam Pembukaan Selat Hormuz Tanpa Pungutan

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut ada perkembangan positif dalam upaya menyusun kerangka kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa penerapan biaya transit.

"Kemajuan signifikan telah dicapai, meski belum final," kata Rubio kepada wartawan di New Delhi pada Minggu (24/5), terkait perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan.

Rubio menegaskan Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran internasional sehingga tidak berada di bawah kepemilikan Iran.

Menurut dia, dalam dua hari terakhir AS bersama negara-negara mitra di kawasan Teluk telah mencatat kemajuan diplomatik dalam pembahasan kerangka kesepakatan tersebut.

Ia menjelaskan, apabila nantinya tercapai, kesepakatan itu bukan hanya membuka kembali Selat Hormuz tanpa pungutan, tetapi juga dapat menjadi jalan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan terkait program nuklir Iran di masa lalu.

Meski begitu, Rubio menekankan bahwa proses tersebut masih membutuhkan persetujuan penuh dari Iran serta pembahasan lanjutan mengenai detail teknis.

Sebelumnya, Donald Trump dikabarkan telah menghubungi beberapa pemimpin Timur Tengah pada Sabtu malam guna membahas negosiasi dengan Iran.

Trump mengatakan kesepakatan itu pada dasarnya sudah hampir rampung dan hanya tinggal menunggu tahap finalisasi.

"Tujuan akhirnya adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata Rubio.

Ia menambahkan bahwa persoalan program nuklir Iran merupakan isu teknis yang kemungkinan memerlukan waktu lebih panjang untuk diselesaikan.

"Kami lebih memilih menyelesaikan isu ini melalui jalur diplomatik," ujar Rubio.

Rubio juga menyebut dunia kemungkinan segera menerima kabar baik, terutama terkait situasi di Selat Hormuz.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka