Jakarta (KABARIN) - Musisi dan penulis Dee Lestari akan kembali ke dunia musik dengan merilis album ketiga bertajuk “(Jangan) Jatuh Cinta” pada 10 Juni 2026.
Dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, album berisi delapan lagu ini menjadi penanda kembalinya Dee ke panggung musik setelah cukup lama tidak merilis karya album penuh.
Album tersebut juga menghadirkan sejumlah kolaborasi dengan musisi lain, termasuk duet bersama Afgan dalam lagu “Cuma Satu Nama” yang ditulis Dee bersama mendiang suaminya, Reza Gunawan.
Selain itu, album ini memuat sejumlah lagu lain seperti “(Jangan) Jatuh Cinta”, “Perahu Kertas”, “Kabarku”, hingga “Hujan Bulan Juni” yang sebelumnya dikenal luas dari karya Dee bersama Sapardi Djoko Damono untuk film adaptasi tahun 2017.
Judul album “(Jangan) Jatuh Cinta” dipilih untuk menggambarkan perjalanan emosional manusia dalam menghadapi berbagai fase cinta, dari jatuh, patah, hingga proses melepaskan.
Setiap lagu dalam album ini disusun untuk menghadirkan warna dan dinamika berbeda dalam perjalanan tersebut, dengan sentuhan berbagai musisi dalam proses aransemen.
Lagu pembuka “(Jangan) Jatuh Cinta” digarap oleh Rendy Pandugo, sementara lagu “Patah Hati” melibatkan Gala Yudhatama dan Pandji Akbari.
Sementara itu, “Kabarku” yang sudah dirilis sebagai single sebelumnya diaransemen oleh kolaborasi Fellow Amateurs yang terdiri dari sejumlah musisi muda.
Lagu “Hujan Bulan Juni” hadir dalam versi live session dengan aransemen Gardika Gigih, sedangkan “Jadi Udara” menampilkan Arina Ephipania dari Mocca sebagai vokal latar.
Versi baru “Perahu Kertas” turut dimasukkan dalam album ini, disusul “Cuma Satu Nama”, dan ditutup dengan lagu “Bintang Utara” yang mengangkat tema hubungan orang tua dan anak.
Album ini menjadi album studio pertama Dee Lestari setelah sebelumnya merilis “Rectoverso” pada 2008 dan “Out of Shell” pada 2006.
Selain dikenal sebagai penyanyi, Dee juga merupakan penulis produktif dengan karya populer seperti seri Supernova, novel Perahu Kertas, dan Aroma Karsa, yang memperkuat posisinya sebagai salah satu figur kreatif paling berpengaruh di Indonesia.
Sumber: ANTARA