Moskow (KABARIN) - Pemerintah Turki mengecam serangan rudal yang dilancarkan kelompok Ansar Allah atau Houthi ke wilayah selatan Arab Saudi. Ankara menilai aksi tersebut mengancam stabilitas kawasan dan melanggar kedaulatan Arab Saudi.
Dalam pernyataan resminya pada Selasa, Kementerian Luar Negeri Turki menegaskan dukungan penuh kepada Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
"Kami mengecam keras serangan rudal yang dilancarkan Houthi terhadap wilayah selatan Arab Saudi," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.
Pemerintah Turki menyatakan serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Arab Saudi serta berpotensi memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Selain menyampaikan kecaman, Ankara juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat agar menghindari langkah-langkah yang dapat memicu eskalasi konflik lebih lanjut di Timur Tengah.
Ketegangan kembali meningkat setelah pada Senin sebuah sumber di Yaman mengatakan kepada RIA Novosti bahwa Bandara Internasional Sanaa menjadi sasaran serangan udara sesaat sebelum pesawat dari Iran dijadwalkan mendarat.
Kelompok Houthi kemudian menuding Arab Saudi berada di balik serangan tersebut. Mereka juga menyatakan gencatan senjata yang telah berlangsung sebelumnya telah berakhir.
Sebelumnya, sejak Oktober 2022, Houthi dan Arab Saudi sama-sama menahan diri untuk tidak melancarkan serangan langsung ke wilayah masing-masing.
Konflik di Yaman sendiri telah berlangsung selama bertahun-tahun. Arab Saudi memberlakukan blokade terhadap wilayah utara Yaman setelah Houthi mengambil alih ibu kota Sanaa pada 2014 dan menguasai wilayah udara negara tersebut.
Sumber: SPU