Munich Batasi Penggunaan Air akibat Kekeringan Parah

waktu baca 2 menit

Konsumsi air telah meningkat secara signifikan lagi dalam beberapa hari terakhir

Berlin (KABARIN) - Pemerintah Kota Munich, Jerman, mulai menerapkan pembatasan ketat penggunaan air setelah konsumsi harian melonjak drastis di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. Kebijakan darurat ini berlaku mulai Selasa (14/7) hingga 1 Agustus dan dapat diperpanjang apabila kondisi belum membaik.

Wali Kota Munich Dominik Krause meminta masyarakat menghentikan penggunaan air yang tidak mendesak demi menjaga ketersediaan pasokan.

"Konsumsi air telah meningkat secara signifikan lagi dalam beberapa hari terakhir," kata Krause dalam pernyataannya.

Menurut Krause, musim dingin dan musim semi yang berlangsung sangat kering membuat cadangan air di Munich mengalami tekanan yang cukup besar. Karena itu, pemerintah kota bersama perusahaan penyedia air Stadtwerke Munchen serta dinas iklim dan lingkungan memutuskan menerapkan aturan penghematan yang bersifat wajib.

"Setelah musim dingin dan musim semi yang sangat kering, sumber daya pasokan air Munich saat ini berada di bawah tekanan yang sangat berat. Oleh karena itu, saya telah memutuskan, berkoordinasi dengan Stadtwerke Munchen dan dinas iklim dan lingkungan kota, untuk mengambil langkah-langkah penghematan wajib lebih lanjut," tegas Krause.

Data pemerintah kota menunjukkan penggunaan air kini telah melampaui 360 juta liter per hari, jauh di atas rata-rata normal yang berada di kisaran 300 juta liter setiap harinya.

Meski prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dan badai petir dalam beberapa hari ke depan, pemerintah menilai curah hujan tersebut belum cukup untuk mengatasi kondisi kekeringan yang sedang terjadi.

Melalui aturan baru itu, warga dilarang mengisi maupun menggunakan kolam renang pribadi. Larangan serupa juga berlaku untuk air mancur pribadi, area bermain air, dan fasilitas sejenis.

Selain itu, penyiraman rumput serta ruang terbuka hijau untuk kebutuhan pribadi maupun nonkomersial juga dihentikan sementara. Pengecualian hanya diberikan untuk lapangan olahraga.

Pemerintah Kota Munich juga membatasi penyiraman kebun rumah dan lahan pertanian pada pukul 09.00 hingga 19.00 waktu setempat, kecuali untuk kepentingan komersial atau fasilitas publik. Sistem irigasi tetes yang lebih hemat air tetap diperbolehkan digunakan.

Aturan lainnya melarang warga mencuci kendaraan di rumah. Aktivitas tersebut hanya diizinkan di tempat pencucian mobil komersial, kecuali untuk kebutuhan keselamatan seperti membersihkan kendaraan darurat.

Penyemprotan air ke teras, dinding, jalan, maupun trotoar, termasuk menggunakan alat semprot bertekanan tinggi, juga tidak diperbolehkan. Larangan serupa berlaku untuk pembasahan area proyek konstruksi guna mengurangi debu, kecuali jika diwajibkan oleh otoritas setempat.

Pemerintah Munich menegaskan setiap pelanggaran terhadap aturan pembatasan penggunaan air dapat dikenai sanksi denda hingga 50.000 euro atau sekitar Rp1 miliar.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka