Film Indonesia Masuk Kompetisi Shanghai International Film Festival

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Film Indonesia berjudul Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang karya sutradara Ismail Basbeth terpilih berlaga dalam kompetisi utama ajang bergengsi Shanghai International Film Festival yang akan berlangsung pada 12–21 Juni 2026.

Film yang memiliki judul internasional My Own Last Supper tersebut masuk dalam tujuh kategori kompetisi, yakni Best Feature, Best Director, Best Actor, Best Actress, Best Screenplay, Best Cinematographer, dan Best Outstanding Artistic.

"Pencapaian ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi kami, bisa mewakili Indonesia dalam ajang festival film kelas dunia seperti SIFF," kata Produser film RBMT sekaligus CEO Matta Cinema Production, Nugroho Dewanto.

Ajang SIFF 2026 juga akan menjadi lokasi pemutaran perdana dunia film tersebut. Sebelumnya, proyek film ini telah diperkenalkan dalam Asian Content and Film Market (ACFM) pada Busan International Film Festival.

Film RBMT mengangkat kisah seorang pria lanjut usia keturunan Tionghoa bernama Encek yang hidup dengan trauma psikologis dan politik akibat identitas etnisnya. Melalui perjalanan tokoh tersebut, penonton diajak melihat realitas yang dihadapi sebagian warga Tionghoa di Indonesia.

"Kami ingin menyentuh dan mengajak penonton agar mampu memahami apa yang terjadi dalam hidup Encek, dalam sebuah cerita tentang trauma generasi yang berhasil diputus oleh seseorang yang berani mengubah nasib diri dan keluarganya," ujar Basbeth.

Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Wisnu Suryaning Adji.

Sejumlah nama yang terlibat dalam film tersebut antara lain Ferry Salim, Melissa Karim, dan Verdi Soleiman. Film ini juga menjadi debut layar lebar bagi Jessy Davita, Nicholas Anderson, serta Rocky Gerung.

Setelah penayangan perdananya di Shanghai, film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada akhir 2026.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka