Jakarta (KABARIN) - Agensi yang menaungi mantan anggota NCT Mark Lee, yaitu Upper Room, meminta maaf setelah foto-foto sang penyanyi mengenakan kaus bergambar bendera Konfederasi beredar di internet.
Upper Room menggunakan Instagram Stories untuk membagikan permintaan maaf dalam bahasa Inggris, menurut laporan Hindustan Times, Rabu (24/6).
Agensi tersebut menyatakan melalui media sosial resminya, “Kami dengan tulus meminta maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan kekecewaan akibat kaus vintage yang dibagikan dalam foto-foto baru-baru ini.”
“Pakaian tersebut dipilih semata-mata sebagai gaya vintage. Namun, setelah menyadari signifikansi historis dan sensitivitas simbol pada kaus tersebut, kami mengambil langkah-langkah untuk memastikan desain tersebut tidak terlihat dalam konten resmi. Meskipun demikian, gambar tersebut dibagikan secara eksternal, memperlihatkan simbol tersebut, dan kami memahami bahwa hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran yang signifikan di kalangan publik.”
Upper Room melanjutkan, “Terlepas dari niatnya, masalah ini seharusnya ditangani dengan lebih hati-hati dan teliti. Kami akan bertanggung jawab penuh atas insiden ini.”
Foto-foto Mark mengenakan kaus tersebut terunggah oleh Upper Room pada 23 Juni, menurut siaran Hindustan Times. Akibatnya, Mark pun menuai kritik dari warganet. Kontroversi tersebut memicu reaksi keras dari para penggemar di media sosial.
Selama Perang Saudara Amerika, Negara-Negara Konfederasi berjuang untuk mempertahankan perbudakan dan menggunakan simbolisasi berupa bendera-bendera selama perang.
Bendera paling terkenal, menurut laporan tersebut, adalah Bendera Pertempuran Konfederasi dengan tanda palang biru dengan garis putih dan 13 bintang di latar belakang merah.
Bahkan setelah perang berakhir, bendera itu tetap menjadi simbol Konfederasi yang paling dikenal.
Agensi Mark menekankan, “Upper Room dan sang artis dengan tegas menentang dan tidak mentolerir segala bentuk rasisme, kebencian, diskriminasi, atau fanatisme. Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang merasa sakit hati, tersinggung, atau kecewa atas insiden ini.”
Agensi tersebut menjelaskan bahwa pakaian itu hanyalah barang antik tanpa makna khusus apa pun, tetapi meminta maaf karena gagal mempertimbangkan sepenuhnya konteks historis dan sosial dari simbol tersebut.
Sumber: hindustan times