News

60 Pemda Ajukan Kawasan Transmigrasi Baru, Fokus Ekonomi Daerah

Jakarta (KABARIN) - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 60 pemerintah daerah (pemda) yang telah mengajukan usulan pengembangan kawasan transmigrasi di wilayahnya masing-masing.

“Kemungkinan akan ada tambahan kawasan transmigrasi yang baru, karena hari ini kami mendapatkan usulan 60 kawasan transmigrasi dari 60 kepala daerah,” tutur M Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Minggu malam (18/1).

Ia menuturkan bahwa paradigma transmigrasi saat ini telah bergeser, yakni tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dari satu tempat ke tempat lain, tapi berfokus pada pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Konkretnya, kami harus lebih banyak menyediakan lapangan kerja, kemudian pendapatan yang layak sehingga tidak ada lagi masyarakat yang miskin, serta menjaga kelestarian lingkungan Kami ingin tidak ada lagi masyarakat miskin di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

Iftitah mengakui bahwa banyak kawasan transmigrasi yang telah terbentuk justru menjadi kawasan yang terbelakang karena tidak bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Kami juga harus jujur mengakui ada beberapa tempat yang memang belum berkembang, apalagi karena (kekurangan) infrastruktur dan sebagainya,” katanya.

Agar permasalahan tersebut tidak terjadi kembali, pihaknya akan mengkaji berbagai usulan kawasan transmigrasi baru tersebut secara mendalam untuk memastikan tersedianya potensi ekonomi yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah, khususnya di wilayah Papua.

Iftitah menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi Papua menjadi salah satu prioritas utama dalam strategi pembangunan nasional ke depan.

"Arahan dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto), transmigrasi untuk penciptaan ekonomi baru. Itu fokus yang terbesar justru ada di Papua. Kami ingin di Papua lebih banyak lapangan kerja, lebih banyak melibatkan masyarakat," ujarnya.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi, pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) di Papua dengan mendirikan Kampus Patriot di Merauke, Papua Selatan, agar program transmigrasi dapat bermanfaat bagi warga transmigran maupun masyarakat lokal.

“Kami ingin masyarakat tersebut pada saatnya dilakukan investasi dan pembangunan ekonomi, mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan ekonomi tersebut, sehingga tidak terasing di negerinya sendiri,” ucap Iftitah.

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: