Istanbul (KABARIN) - Sejumlah negara Eropa ramai-ramai mengecam ancaman tarif terbaru dari Amerika Serikat yang dikaitkan dengan isu Greenland. Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, Swedia, dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu (18/1), menegaskan sikap mereka soal kedaulatan dan keamanan kawasan Arktik.
Dalam pernyataan tersebut, kedelapan negara menilai ancaman tarif dari Washington berpotensi merusak hubungan lintas Atlantik yang selama ini terjalin.
“Ancaman tarif merusak hubungan transatlantik dan berisiko terus memperburuk hubungan. Kami akan terus bersatu dan terkoordinasi dalam tanggapan kami. Kami berkomitmen untuk menjunjung tinggi kedaulatan kami,” tulis pernyataan itu.
Mereka juga menegaskan kembali komitmen bersama untuk memperkuat keamanan Arktik, yang disebut sebagai kepentingan transatlantik bersama. Menurut mereka, stabilitas kawasan tersebut bukan hanya urusan satu negara, melainkan tanggung jawab kolektif.
Pernyataan itu turut menyinggung latihan militer Denmark bertajuk Arctic Endurance yang digelar bersama negara-negara sekutu. Latihan tersebut disebut sudah direncanakan sebelumnya dan tidak dimaksudkan sebagai ancaman bagi pihak mana pun.
“Latihan Denmark yang telah dikoordinasikan sebelumnya, ‘Arctic Endurance’, yang dilakukan bersama Sekutu, menanggapi kebutuhan ini. Latihan ini tidak menimbulkan ancaman bagi siapa pun,” tegas pernyataan tersebut.
Selain itu, delapan negara Eropa itu menyatakan “solidaritas penuh” mereka kepada Denmark dan Greenland di tengah tekanan politik dan ekonomi yang muncul belakangan ini.
“Dengan melanjutkan proses yang dimulai pekan lalu, kami siap untuk terlibat dalam dialog berdasarkan prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas teritorial yang kami dukung dengan teguh,” lanjut pernyataan bersama tersebut.
Ketegangan ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (17/1). Trump menyebut Washington akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari. Tarif tersebut bahkan disebut akan naik menjadi 25 persen pada Juni, hingga tercapai kesepakatan untuk “pembelian Greenland secara lengkap dan total.”
Menanggapi ancaman tersebut, para pemimpin Eropa menegaskan tidak akan bergerak sendiri-sendiri. Mereka berjanji akan menyiapkan respons yang terkoordinasi, sembari tetap memegang teguh prinsip kedaulatan dan integritas wilayah.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026