Seleb

Artis Amerika Serukan Penghormatan Hak Cipta oleh Pengembang AI

Jakarta (KABARIN) - Lebih dari 700 kreator, penulis, dan aktor di Amerika bersatu meminta para pengembang kecerdasan buatan (AI) menghargai hak cipta karya mereka.

Menurut Variety pada Kamis (22/1), kelompok ini termasuk Scarlett Johansson, Cate Blanchett, dan Joseph Gordon-Levitt yang menyoroti praktik beberapa perusahaan teknologi yang memanfaatkan karya berhak cipta tanpa izin.

"Mencuri karya kami bukanlah inovasi. Itu bukan kemajuan. Itu pencurian – sederhana saja," ungkap mereka.

Para kreator menekankan bahwa perlindungan hak cipta krusial untuk industri kreatif AS, dari film, musik, televisi, hingga media digital, yang menyerap jutaan pekerjaan, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat pengaruh budaya global.

Mereka menilai ekosistem kreatif terancam karena platform AI kerap mengambil karya tanpa izin, kompensasi, atau transparansi.

"Komunitas kreatif Amerika adalah yang diidamkan dunia. Namun, alih-alih menghormati dan melindungi aset berharga ini, beberapa perusahaan teknologi terbesar, banyak yang didukung oleh ekuitas swasta dan penyandang dana lainnya, menggunakan karya kreator Amerika untuk membangun platform AI tanpa memperhatikan hukum hak cipta," kata mereka.

Dalam kampanye ini, para kreator mendorong pengembang AI untuk membuat kesepakatan lisensi atau kemitraan yang adil sehingga teknologi bisa berkembang tanpa merugikan pencipta.

Scarlett Johansson pernah menempuh jalur hukum terhadap aplikasi AI yang menggunakan namanya tanpa izin pada November 2023. Ia juga mengecam video AI viral Februari 2024 dan menuding OpenAI Mei 2024 karena memanfaatkan suaranya di film Her (2013) untuk chatbot GPT-4o bernama Sky.

Cate Blanchett mengingatkan kehati-hatian penggunaan AI saat tampil di Toronto International Film Festival 2024.

"Saya pikir kita harus sangat hati-hati dengan itu, karena inovasi tanpa imajinasi adalah sesuatu yang sangat, sangat berbahaya," ujarnya.

Blanchett dan Gordon-Levitt sebelumnya bergabung dengan sekitar 400 pembuat film, penulis, aktor, dan musisi Hollywood yang menandatangani surat terbuka ke Gedung Putih agar pemerintah tetap melindungi hak cipta meski ada permintaan dari perusahaan AI.

Penerjemah: Abdu Faisal
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: