Indonesia Minta Penghentian Serangan AS, Israel, dan Iran di Kawasan Teluk

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Indonesia kembali mengingatkan semua pihak agar menahan diri di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran dibalas oleh Teheran dengan serangan balik yang memperluas ketegangan di kawasan Teluk.

Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Indonesia sangat prihatin dengan situasi yang terus memanas. Informasi tersebut didapat dari laporan berbagai perwakilan Indonesia di negara-negara Timur Tengah yang terus memantau perkembangan di lapangan.

“Pemerintah Indonesia menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Iran,” menurut keterangan tertulis Kemlu RI melalui media sosial X, dipantau di Jakarta, Senin.

Selain itu, Indonesia juga meminta Iran untuk menghentikan serangan yang menyasar negara-negara di sekitarnya.

Seruan tersebut dilanjutkan “kepada Iran untuk menghentikan serangan yang menargetkan negara-negara tetangga di kawasan, termasuk Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania”.

Indonesia menegaskan bahwa semua pihak harus menghormati hukum internasional. Prinsip yang ditekankan adalah larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan wilayah suatu negara.

Pemerintah juga mendesak agar situasi segera diturunkan tensinya. Indonesia berharap langkah dialog dan diplomasi kembali ditempuh agar konflik tidak semakin meluas.

Di sisi lain, pemerintah terus memantau kondisi warga negara Indonesia yang berada di negara-negara kawasan Teluk. Langkah antisipasi juga disiapkan jika situasi memburuk.

“Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat dampak konflik terhadap WNI di kawasan dan telah menyiapkan langkah kontingensi jika kondisi mengharuskan dilakukan repatriasi dari berbagai negara,” demikian Kemlu RI.

Ketegangan kawasan meningkat sejak 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.

Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di beberapa negara Teluk.

Sebelumnya pada tanggal yang sama, Indonesia juga menyatakan siap membantu memfasilitasi perundingan antara pihak-pihak yang terlibat konflik. Langkah ini diharapkan bisa membuka jalan menuju situasi keamanan yang lebih stabil di kawasan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri memastikan proses evakuasi warga negara Indonesia dari Iran sudah mulai dilakukan. Tahap pertama melibatkan 32 WNI yang dievakuasi melalui Azerbaijan pada Jumat 6 Maret dan dijadwalkan tiba dalam pekan ini.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka