Jakarta (KABARIN) - Mobil listrik punya banyak keunggulan mulai dari akselerasi yang mengesankan, suara mesin yang nyaris senyap, hingga biaya pengisian daya yang relatif terjangkau.
Namun ada sisi lain yang perlu diperhatikan ketika terjadi masalah, seperti penggantian baterai bukan hanya mahal, tapi biayanya bisa dengan mudah melampaui nilai mobil itu sendiri.
Pemilik Tesla Model S tahun 2013 ini bisa menjadi contohnya. Saat ini, ia dihadapkan pada estimasi biaya yang jauh dari kata masuk akal.
Laman Carscoops, Minggu (25/1) melaporkan, pemilik tersebut baru-baru ini mengunjungi pusat layanan Tesla di Madison, Wisconsin, untuk meminta perkiraan biaya penggantian baterai.
Menurut unggahan yang ia bagikan di Reddit, ia menanyakan opsi untuk mengganti paket baterai 60 kWh yang ada dengan baterai model yang sama atau versi yang lebih besar, yaitu 90 kWh.
Kedua opsi tersebut ternyata memiliki harga yang sangat tinggi, bahkan kemungkinan lebih mahal daripada nilai jual kembali mobilnya.
Penggantian baterai 60 kWh dibanderol sebesar 13.830 dolar AS (Rp231,5 juta). Harga ini sudah termasuk biaya tenaga kerja sebesar 580,5 dolar AS (Rp9,7 juta), berdasarkan waktu pemasangan 2,58 jam.
Sisanya, yaitu 13.250 (Rp221,8 juta), merupakan biaya baterainya saja. Angka ini jelas tidak ringan, apalagi mengingat baterai 60 kWh kini merupakan baterai terkecil yang ditawarkan Tesla.
Biayanya melonjak tajam jika memilih baterai 90 kWh. Harga baterainya saja mencapai 18.000 dolar AS (Rp301,35 juta), ditambah 4.500 (Rp75,3 juta) lagi untuk membuka kapasitas penuhnya.
Setelah memasukkan biaya pemasangan dan komponen pengganti yang diperlukan, total biaya mencapai 23.262 dolar AS (Rp389,45 juta).
Jumlah tersebut jauh melampaui harga pasar kebanyakan Tesla Model S bekas dari tahun yang sama.
Berdasarkan penelusuran, harganya biasanya berada di kisaran 10.000-15.000 dolar AS (Rp167,4 juta - Rp251,1 juta), tergantung varian dan kondisi. Dari sudut pandang keuangan, biaya upgrade ini jelas tidak sebanding.
Pengguna Reddit dengan nama u/sirromnek membagikan pengalamannya tersebut, yang kemudian memicu diskusi di kalangan pemilik Tesla lainnya.
Meski banyak pengguna yang berhasil menempuh ratusan ribu mil dengan baterai asli tanpa masalah, penurunan kualitas baterai bukanlah hal yang jarang terjadi. Bagi sebagian orang, satu-satunya jalan adalah melakukan penggantian baterai yang mahal.
Meskipun bisa membeli langsung ke Tesla, baterai baru juga bisa dibeli dari pemasok pihak ketiga, yang sering kali menawarkan harga jauh lebih murah dibandingkan Tesla.
Namun, mengingat sedan Tesla Model S yang sudah berusia sekitar satu dekade kini nyaris tidak laku di atas 12.000 (Rp200,9 juta), membeli baterai pengganti kemungkinan besar tetap tidak sepadan dari sisi biaya.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026