Oto

Tips Hemat Baterai Mobil Listrik Saat Mudik Jarak Jauh

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Mudik menggunakan mobil listrik bisa dilakukan dengan lebih efisien jika pengemudi memahami cara mengelola penggunaan energi selama perjalanan. Beberapa kebiasaan saat berkendara dan pengaturan kendaraan dapat membantu menghemat daya baterai.

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu menjelaskan prinsip efisiensi energi pada mobil listrik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan kendaraan berbahan bakar bensin. Intinya adalah mengurangi energi yang terbuang akibat gaya berkendara, hambatan kendaraan, dan beban tambahan.

Ia menilai gaya mengemudi yang agresif menjadi salah satu faktor utama yang membuat konsumsi energi meningkat.

"Mengemudi terlalu cepat, sering melakukan akselerasi mendadak lalu pengereman keras, atau terjebak stop-and-go yg tidak diantisipasi akan membuat konsumsi energi meningkat signifikan." kata dia dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Selain cara berkendara, kondisi kendaraan juga perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan jauh. Salah satu yang penting adalah memastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan saat ban masih dalam kondisi dingin.

"Tekanan ban yang kurang dapat meningkatkan rolling resistance sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Tambahan beban tidak perlu yang dibawa kendaraan sebaiknya dikurangi, hindari juga penggunaan roof rack kosong yang dapat meningkatkan hambatan udara kendaraan." ujar Yannes.

Ia juga menyarankan pengemudi melakukan akselerasi secara halus dan menjaga kecepatan tetap stabil selama perjalanan. Jika mobil memiliki fitur eco mode maka sebaiknya diaktifkan. Penggunaan regenerative braking juga bisa membantu menghemat energi dengan cara melepas pedal lebih awal dibanding melakukan pengereman mendadak.

Preconditioning (pengondisian awal)

Yannes menjelaskan efisiensi mobil listrik juga sangat dipengaruhi oleh pengelolaan suhu baterai serta perencanaan pengisian daya sebelum perjalanan dimulai.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan preconditioning pada kabin dan baterai saat mobil masih terhubung dengan charger. Dengan metode ini, energi untuk mendinginkan atau memanaskan kendaraan akan diambil dari listrik charger, bukan dari baterai mobil.

"Penghematan energi umumnya berasal dari manajemen suhu baterai dan perencanaan pengisian daya, misalnya melakukan preconditioning kabin dan baterai saat kendaraan masih terhubung ke charger sehingga kebutuhan energi untuk pendinginan atau pemanasan tidak menggerus baterai saat perjalanan dimulai."

Fitur preconditioning biasanya bisa diaktifkan secara otomatis maupun manual tergantung jenis kendaraan listrik yang digunakan. Pada banyak mobil listrik, fitur ini dapat diatur melalui sistem navigasi kendaraan.

Dengan mengatur suhu baterai lebih dulu, proses pengisian daya bisa menjadi lebih cepat. Selain itu cara ini juga membantu menjaga kondisi baterai dalam jangka panjang dan membuat penggunaan energi kendaraan menjadi lebih optimal.

Perencanaan rute dan kondisi fisik

Selain pengaturan kendaraan, perencanaan perjalanan juga penting agar penggunaan baterai tetap efisien.

"Perencanaan rute dan titik pengisian daya melalui aplikasi seperti ABRP (A Better Route Planner) atau PLN Mobile juga sangat membantu, sehingga pengemudi dapat menjaga buffer baterai sekitar 15–25 persen tanpa perlu terburu-buru mengejar charger berikutnya." jelas Yannes.

Di luar faktor teknis kendaraan, kondisi fisik pengemudi juga tidak boleh diabaikan. Dalam perjalanan mudik yang biasanya menempuh jarak jauh, pengemudi disarankan tidak memaksakan diri mengemudi terlalu lama tanpa istirahat.

Menurut Yannes, berhenti sejenak setiap sekitar dua jam untuk meregangkan otot dan memulihkan konsentrasi dapat membuat perjalanan lebih aman sekaligus membantu menjaga efisiensi penggunaan energi kendaraan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka