Kiev (KABARIN) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berharap Rusia menghentikan serangan ke kota-kota Ukraina di tengah cuaca musim dingin yang sedang ekstrem. Harapan itu muncul setelah adanya pembahasan antara Ukraina, Amerika Serikat, dan Rusia terkait upaya menahan eskalasi konflik.
Melalui unggahan di platform media sosial X pada Kamis (29/1), Zelensky mengatakan pembahasan mengenai hal tersebut dilakukan oleh timnya di Uni Emirat Arab (UEA).
"Tim kami membahas hal ini di Uni Emirat Arab (UEA). Kami mengharapkan kesepakatan itu dapat diimplementasikan," kata Zelensky.
Ia menilai, kesepakatan untuk tidak menargetkan kota-kota Ukraina, terutama saat suhu ekstrem, bisa menjadi langkah penting menuju penurunan ketegangan. Menurut Zelensky, langkah seperti ini bukan sekadar simbolis, tetapi berdampak langsung bagi upaya mengakhiri perang.
Dia menambahkan bahwa "langkah-langkah deeskalasi semacam itu berkontribusi pada pergerakan nyata menuju diakhirinya perang".
Sebelumnya di hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga angkat bicara soal situasi tersebut. Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menahan diri dari serangan, khususnya ke ibu kota Ukraina dan kota-kota besar lainnya.
Permintaan itu, menurut Trump, berlaku setidaknya selama sepekan, mengingat kondisi cuaca musim dingin yang ekstrem berpotensi memperparah dampak kemanusiaan bagi warga sipil.
Cuaca dingin ekstrem memang menjadi tantangan besar bagi Ukraina, terutama bagi warga di wilayah perkotaan yang rentan terdampak serangan terhadap infrastruktur. Karena itu, harapan Zelensky terhadap kesepakatan ini bukan hanya soal strategi perang, tetapi juga demi keselamatan warga sipil yang sedang berjuang bertahan di tengah suhu beku.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026