Kota Bandung (KABARIN) - Persib Bandung kembali menghadirkan kebahagiaan bagi ribuan pendukungnya setelah menaklukkan Malut United dengan skor 2-0 pada pekan ke-20 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jumat malam. Kemenangan ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga menjadi simbol konsistensi, kerja keras, dan kepercayaan diri Maung Bandung di hadapan publik sendiri.
Hasil tersebut membuat Persib semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan koleksi 47 poin, unggul empat angka atas Borneo FC di posisi kedua. Lebih dari itu, kemenangan ini menjaga rekor sempurna Persib di kandang dan sekaligus membalas kekalahan pada pertemuan putaran pertama, yang sebelumnya sempat meninggalkan luka bagi tim dan suporter.
Sejak awal pertandingan, Persib tampil menekan dengan dukungan penuh Bobotoh yang memadati GBLA. Tekanan tersebut mencerminkan tekad para pemain untuk memberi rasa aman dan kebanggaan bagi para pendukungnya. Peluang pertama hadir pada menit ke-19 lewat sundulan Julio Cesar, meski masih mampu diamankan kiper Malut United.
Momentum krusial terjadi ketika wasit menunjuk titik putih usai pelanggaran Ridho Syuhada terhadap Robi Darwis yang dikonfirmasi melalui VAR. Thom Haye yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan tenang, membawa Persib unggul 1-0 dan membuat stadion bergemuruh.
Keunggulan tersebut memberi ketenangan bagi Persib, namun Malut United tetap memberikan perlawanan sengit. Hingga babak pertama usai, skor 1-0 bertahan, mencerminkan duel yang tidak mudah meski Persib dominan.
Memasuki babak kedua, Malut United mencoba bangkit demi menjaga asa. Di sisi lain, Persib menunjukkan kedewasaan bermain dengan mengandalkan kecepatan dan disiplin. Di bawah mistar, Teja Paku Alam tampil sebagai figur penting, menggagalkan sejumlah peluang lawan dan menjadi benteng terakhir yang memberi rasa aman bagi tim.
Ketegangan sempat memuncak ketika beberapa peluang emas kedua tim gagal berbuah gol. Hingga akhirnya, momen emosional hadir di menit ke-87. Saddil Ramdani, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol penentu kemenangan setelah melewati kiper lawan dalam situasi satu lawan satu. Gol tersebut seolah menjadi hadiah bagi kerja keras tim dan kesabaran suporter sepanjang laga.
Peluit panjang disambut sorak sorai Bobotoh, menandai kemenangan penting Persib yang bukan hanya memperkuat posisi di klasemen, tetapi juga menegaskan ikatan emosional antara tim dan pendukungnya. Di tengah ketatnya persaingan Super League, kemenangan ini menjadi pengingat bahwa konsistensi, solidaritas, dan dukungan publik adalah kekuatan utama Persib Bandung.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026