Jakarta (KABARIN) - Pelatih Persis Solo Milomir Seslija menilai satu poin yang diraih dari kandang PSIM Yogyakarta menjadi modal penting bagi timnya untuk terus bertahan dan bangkit di tengah tekanan kompetisi BRI Super League.
Dalam laga pekan ke-20 yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat, Persis Solo berhasil menahan imbang tuan rumah PSIM Yogyakarta dalam pertandingan derbi yang berlangsung ketat dan penuh tensi.
Dikutip dari laman resmi klub, Milo—sapaan akrab Milomir Seslija—mengaku puas bukan hanya dengan hasil, tetapi juga dengan semangat juang serta perkembangan permainan para pemainnya, termasuk Althaf Indie dan kolega.
“Ini merepresentasikan laga derbi yang sesungguhnya. Tidak mudah karena laga berjalan dengan intensitas tinggi, dan kami menjadi lebih baik di setiap pertandingan,” ujar Milo.
Pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu menilai hasil imbang tersebut mencerminkan kerja keras tim yang terus berproses di tengah situasi sulit. Menurutnya, satu poin ini bukan kemunduran, melainkan pijakan untuk terus memperbaiki diri.
“Ini adalah hasil yang pantas kami dapatkan. Hasil ini tidak melemahkan kami, justru membuat kami melangkah untuk menjadi lebih baik,” katanya.
Milo menegaskan bahwa Persis Solo akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan demi meraih hasil maksimal pada pertandingan-pertandingan selanjutnya. Ia juga mengajak para pendukung untuk tetap memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada tim.
“Jika ada yang membuat kesalahan, kami perbaiki satu sama lain. Itu poin yang sangat bagus. Saya selalu berpikir untuk menang dan mencoba menyelesaikan masalah demi meraih kemenangan,” ujar Milo.
Saat ini, Persis Solo masih berada di posisi juru kunci klasemen sementara Super League dengan koleksi 11 poin dari 20 pertandingan, terpaut enam poin dari zona aman. Meski demikian, Milo menegaskan perjuangan belum berakhir karena kompetisi masih menyisakan 14 laga lagi.
Dengan waktu yang masih tersedia, Persis Solo berharap konsistensi, kerja keras, dan dukungan suporter dapat menjadi kekuatan untuk keluar dari tekanan dan menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Sumber: ANTARA