Batang (KABARIN) - Tiga pelajar meninggal dunia setelah tertemper kereta saat berada di sekitar jalur rel dekat GOR Sarengat, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu pagi.
Peristiwa tragis itu terjadi ketika PT Kereta Api Indonesia melalui rangkaian Kereta Api Argo Merbabu relasi Semarang–Gambir melintas di lokasi kejadian.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan kereta sempat melakukan berhenti luar biasa untuk pemeriksaan sarana setelah insiden terjadi.
“Setelah dinyatakan aman oleh awak sarana perkeretaapian, kereta berangkat kembali pukul 07.09 WIB,” ujarnya di Batang.
Ketiga korban diketahui bernama Isnati Sawita (15), Dila (15), dan Gita (15). Mereka merupakan warga Kelurahan Kasepihan, Kecamatan Batang.
Menurut informasi, para korban saat itu sedang berswafoto di sekitar jalur rel sebelum tertemper kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi.
KAI Sampaikan Duka dan Imbauan
PT KAI Daop 4 Semarang menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.
“KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan kejadian ini,” kata Luqman.
Pihak KAI kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur kereta api sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
“Kami terus melakukan sosialisasi keselamatan di sekolah dan masyarakat. Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa rel kereta bukan tempat bermain, apalagi lokasi swafoto,” tambahnya.
Rel Jadi Titik Rawan
Di sejumlah titik wilayah Batang, jalur rel kereta memang kerap dijadikan tempat berkumpul anak muda, terutama saat bulan Ramadhan, karena lokasinya terbuka dan minim pengawasan.
Penjaga pos perlintasan sebidang GOR Sarengat, Ramelan, menyebut kawasan tersebut memiliki risiko tinggi.
“Kereta melaju dengan kecepatan tinggi dan sering tanpa suara klakson panjang. Rel itu jalur maut, kalau tidak hati-hati, jangan sampai ada korban lagi,” ujarnya.
Ia berharap orang tua turut berperan aktif mengingatkan anak-anak agar menjauhi rel kereta demi keselamatan.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026