Tekno

Wamenkomdigi Minta Platform Digital dan Penerbit Jalin Kerja Sama Terkait AI

Jakarta (KABARIN) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mendorong platform digital dan penerbit berita untuk membangun kerja sama yang lebih adil, terutama terkait penggunaan konten jurnalistik dalam fitur mesin pencari berbasis kecerdasan buatan (AI).

Menurut Nezar, kehadiran fitur rangkuman otomatis seperti AI Overview memang membawa kemudahan bagi masyarakat dalam mencari informasi. Teknologi ini mampu mengumpulkan berbagai sumber berita, merangkumnya, lalu menyajikan informasi secara singkat dan praktis.

Namun di balik kemudahan tersebut, industri media justru menghadapi tantangan serius.

Ia menilai penggunaan AI dalam mesin pencari telah memicu disrupsi besar terhadap media digital, terutama karena pengguna kini tidak lagi selalu mengunjungi situs berita secara langsung.

"Disrupsi ini membuat penurunan trafik untuk media digital terjadi dengan sangat masif, dan penurunannya itu mencapai 40 sampai dengan 70 persen untuk situs-situs media. Ini akhirnya menjadi pukulan yang berdampak bisnis karena trafik turun, otomatis juga iklan dan pendapatan akan menurun," kata Nezar dalam siniar di Antara Heritage Center, Jakarta, Selasa.

Nezar menjelaskan, perkembangan AI saat ini tidak hanya berhenti pada kemampuan merangkum informasi. Teknologi tersebut juga sudah mampu melakukan penalaran (reasoning), analisis data, hingga membuat prediksi berbasis informasi yang tersedia.

Kondisi ini berpotensi membuat pengguna semakin jarang membuka sumber asli berita karena informasi utama sudah tersaji langsung di halaman mesin pencari.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberadaan AI tidak sepenuhnya bisa disalahkan. Inovasi tersebut hadir untuk meningkatkan efisiensi pencarian informasi dan memberikan pengalaman yang lebih cepat bagi pengguna internet.

Yang menjadi perhatian utama, kata dia, adalah bagaimana platform digital dan penerbit berita dapat duduk bersama membahas soal hak cipta.

“Menurut saya kuncinya itu ada di perbincangan tentang hak cipta. Bagaimanapun para penerbit konten ini berhak atas karya mereka untuk dilindungi secara hukum,” katanya.

Pemerintah pun mendorong terciptanya model kerja sama bisnis yang saling menguntungkan. Salah satu opsi yang didorong adalah skema pembayaran lisensi atas konten berita yang digunakan oleh sistem AI dalam mesin pencari.

Langkah ini dinilai penting agar ekosistem media tetap sehat dan jurnalisme berkualitas bisa terus bertahan di tengah banjir konten berbasis AI yang semakin masif di berbagai platform digital.

"Supaya ada win-win solution (solusi saling menguntungkan), supaya lebih fair (adil), pasarnya juga lebih fair buat semuanya sehingga tidak ada yang di rugikan," tegasnya.

Dengan adanya kolaborasi yang adil antara platform teknologi dan penerbit berita, pemerintah berharap inovasi AI tetap berkembang tanpa mengorbankan keberlanjutan industri media yang selama ini menjadi sumber informasi publik.

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: