Jakarta (KABARIN) - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan awal pekan dengan tekanan. Pada Senin pagi, indeks utama pasar saham Indonesia tersebut dibuka melemah cukup dalam.
IHSG tercatat turun 211,38 poin atau sekitar 2,79 persen ke posisi 7.374,31. Penurunan ini menunjukkan sentimen pasar yang masih cenderung hati-hati di awal perdagangan hari ini.
Pelemahan IHSG juga diikuti oleh pergerakan saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45. Indeks yang berisi 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar itu ikut terkoreksi pada pembukaan perdagangan.
Indeks LQ45 tercatat turun 22,31 poin atau sekitar 2,87 persen ke level 753,74.
Pergerakan negatif pada awal sesi ini menandakan tekanan jual masih cukup kuat di pasar saham domestik. Kondisi tersebut membuat sebagian investor memilih menahan transaksi atau melepas sahamnya di awal perdagangan.
IHSG sendiri menjadi indikator utama yang mencerminkan kinerja keseluruhan saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Ketika indeks ini bergerak turun cukup tajam seperti pada pembukaan perdagangan hari ini, biasanya mencerminkan sentimen pasar yang sedang kurang kondusif.
Meski demikian, pergerakan pasar saham masih bisa berubah sepanjang sesi perdagangan berlangsung. Aktivitas beli maupun jual dari investor domestik dan global akan sangat mempengaruhi arah IHSG hingga penutupan nanti.
Bagi pelaku pasar, pembukaan yang melemah ini menjadi sinyal untuk mencermati perkembangan sentimen ekonomi maupun global yang bisa memengaruhi pergerakan saham sepanjang hari.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026