Oto

Motul Lakukan Pembaharuan untuk Pelumas Mesin 2 Tak

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Jenama pelumas asal Perancis, Motul melakukan pembaruan pada lini pelumas mesin dua tak mereka (2T) melalui peningkatan spesifikasi produk Motul 510 2T dan Motul 710 2T.

Managing Director PT Motul Indonesia Energy (MIE), Welmart Purba mengatakan bahwa Motul selalu menyesuaikan dengan standar terbaru dan tertinggi yang tujuannya untuk memastikan konsumen mendapatkan perlindungan mesin lebih terjaga.

“Pembaharuan ini untuk memastikan konsumen mendapatkan perlindungan mesin yang lebih optimal, performa yang konsisten, serta pengalaman berkendara yang lebih nyaman dalam penggunaan harian maupun kebutuhan performa tinggi,” kata Welmart Purba dalam keterangan resminya, Senin.

Fokus utama pembaruan berada pada peningkatan spesifikasi produk yang kini telah memenuhi standar JASO FD M345, salah satu acuan tertinggi dalam pengujian pelumas mesin dua tak.

Standar JASO M345 yang dikembangkan di Jepang digunakan untuk mengukur sejumlah aspek penting pada pelumas 2T, mulai dari kemampuan pelumasan, daya pembersih mesin, pengurangan asap hasil pembakaran, hingga pengendalian deposit karbon.

Pada klasifikasi tersebut, JASO FD berada di atas standar JASO FC yang sebelumnya banyak digunakan pada produk sejenis.

Selain peningkatan spesifikasi, Motul juga melakukan pembaruan identitas visual pada kemasan produk.

Perubahan ini dilakukan mengikuti pedoman identitas merek secara global dan akan diterapkan secara bertahap melalui mekanisme pergantian stok di jaringan distribusi.

Pada lini produk yang diperbarui, Motul 510 2T ditujukan untuk penggunaan harian. Produk ini diformulasikan untuk membantu menjaga perlindungan komponen mesin sekaligus mengurangi asap pembakaran yang umum dihasilkan kendaraan bermesin dua tak.

Sementara itu, Motul 710 2T menyasar pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi. Produk berbasis teknologi synthetic ester tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan pada putaran mesin tinggi dan kondisi berkendara yang lebih berat.

Pembaruan lini pelumas dua tak ini menunjukkan bahwa meski populasi kendaraan 2T tidak sebesar beberapa dekade lalu, segmen tersebut masih menjadi perhatian produsen pelumas.

Terutama di Indonesia, di mana kendaraan dua tak masih digunakan oleh sebagian komunitas dan penggemar otomotif yang mengutamakan performa serta perawatan mesin sesuai spesifikasi.

Baca juga: Servis Kendaraan Masih Normal Meski Nilai Tukar Rupiah Melemah

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka