Money

Rupiah Bergerak Fluktuatif Seiring Perkembangan Konflik di Timur Tengah

Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah di pasar Jakarta pada Rabu menutup perdagangan dengan pelemahan tipis, tercatat Rp16.886 per dolar AS, turun 23 poin dari hari sebelumnya yang di angka Rp16.863 per dolar AS.

Muhammad Amru Syifa dari Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) bilang rupiah lagi bergerak naik-turun seiring situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan fluktuatif dengan kecenderungan stabil sampai sedikit menguat di tengah sentimen global. Dari sisi global, rupiah masih dipengaruhi dinamika dolar AS dan perkembangan geopolitik Timur Tengah,” ujarnya di Jakarta.

Amru menambahkan kalau ketegangan di kawasan itu mulai mereda, pasar pun memberi ruang buat mata uang emerging market, termasuk rupiah, untuk menguat. Koreksi indeks dolar AS setelah penguatan sebelumnya juga ikut menopang rupiah.

“Investor sekarang lagi menunggu data inflasi AS yang bakal jadi indikator penting buat arah kebijakan suku bunga Federal Reserve,” kata Amru.

Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari konsumsi yang masih solid, terlihat dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang dirilis Bank Indonesia. Selain itu, konsistensi Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar lewat kebijakan stabilisasi di pasar valas ikut meredam gejolak rupiah di tengah ketidakpastian global.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari ini juga menguat ke Rp16.867 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.979 per dolar AS.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: