China (KABARIN) - Produsen otomotif asal Tiongkok, Chery, resmi memperkenalkan SUV flagship terbarunya, Chery Tiggo X, dalam ajang Beijing Auto Show 2026 di Beijing. Model ini langsung diposisikan sebagai SUV mewah yang cerdas, bertenaga hybrid, dan siap diajak melibas berbagai medan.
Dilaporkan Carnewschina, peluncuran Tiggo X ini menjadi bagian dari strategi Chery merapikan lini SUV mereka. Setelah sebelumnya merilis Chery Tiggo 7L dan melakukan pembaruan di keluarga Tiggo, kini Chery masuk lebih serius ke segmen SUV besar yang makin ramai, terutama dengan dominasi model plug-in hybrid (PHEV).
Sebagai flagship, Tiggo X hadir di atas jajaran Tiggo lainnya dan membawa konfigurasi tujuh kursi. Mobil ini juga masuk ke segmen SUV ukuran penuh yang permintaannya terus meningkat, terutama untuk model hybrid dengan jarak tempuh jauh.
Salah satu rival terdekatnya adalah BYD Great Tang, yang bahkan sempat mencatat lebih dari 30.000 pre-order dalam 24 jam, dengan harga mulai dari sekitar Rp629 juta. Ini menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap SUV besar dengan teknologi elektrifikasi.
Dari segi tampilan, Tiggo X tampil lebih gagah dibanding model Tiggo sebelumnya. Desainnya lebih tegak dengan kap mesin tinggi, fender lebar, dan bentuk bodi yang cenderung kotak. Dimensinya pun bongsor: panjang 5.050 mm, lebar 1.960 mm, dan tinggi 1.800 mm, serta wheelbase mencapai 2.950 mm.
Masuk ke kabin, SUV ini menawarkan tiga baris kursi untuk tujuh penumpang. Struktur bodinya diklaim menggunakan sekitar 85 persen baja berkekuatan tinggi. Menariknya, meski jadi flagship, Tiggo X tetap mempertahankan gagang pintu mekanis konvensional, hal ini menunjukkan fokusnya untuk produksi massal.
Soal performa, Tiggo X dibekali sistem hybrid dengan tenaga gabungan hingga 476 hp dan torsi 630 Nm. Mesin yang tersedia meliputi opsi 1.5T dan 2.0T yang dipadukan dengan transmisi otomatis 8-percepatan.
Untuk varian PHEV, SUV ini mampu menempuh hingga 200 km dalam mode listrik murni, dengan total jarak tempuh lebih dari 1.500 km dalam penggunaan kombinasi bensin dan listrik.
Kemampuan berkendara juga jadi nilai jual utama. Tiggo X dilengkapi suspensi adaptif elektromagnetik MRC dan sistem AWD “Snow Leopard” yang dirancang untuk meningkatkan traksi dan stabilitas di berbagai kondisi jalan, mulai dari aspal hingga medan berat.
Di sisi teknologi, Chery menyematkan sistem bantuan pengemudi Falcon Pilot 700 dengan sensor lidar. Fitur ini mendukung kemampuan berkendara semi-otonom level L2, termasuk fungsi point-to-point driving, meski tetap membutuhkan pengawasan pengemudi.
Dalam struktur produk, Tiggo X berada di atas Tiggo 9L sebagai flagship di brand utama Chery, namun masih di bawah lini premium Exeed.
Di Indonesia sendiri, lini Tiggo sudah cukup lengkap, mulai dari Tiggo Cross sebagai entry-level, Tiggo 7 Pro di kelas menengah, hingga Tiggo 8 series sebagai SUV 7-penumpang. Bahkan, model hybrid seperti Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH sudah lebih dulu hadir.
Sebagai gambaran, Tiggo 9 CSH saat ini dijual sekitar Rp739 juta di pasar Indonesia. Dengan posisi dan spesifikasi yang ditawarkan, bukan tidak mungkin Tiggo X juga akan segera meramaikan pasar SUV hybrid premium di Tanah Air.
Sumber: Car News China