RS Polri Imbau Keluarga Korban KRL Bekasi Timur Melapor ke Posko DVI

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Rumah Sakit Polri Kramat Jati meminta keluarga korban kecelakaan antara kereta CommuterLine dan kereta diesel jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur segera melapor ke posko identifikasi korban atau Disaster Victim Identification.

Kepala Biro Kedokteran Polisi Pusdokkes Polri Nyoman Eddy mengatakan posko tersebut disiapkan untuk membantu proses pencocokan identitas korban melalui pengumpulan data sebelum kematian.

"Kami sudah siapkan posko untuk keluarga korban. Di sana akan dilakukan pengumpulan data sebelum kematian (ante mortem) untuk kepentingan identifikasi," kata Nyoman di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa.

Ia menjelaskan posko ini ditujukan bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya setelah insiden yang terjadi pada Senin malam.

"Kami fasilitasi keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya pascakecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam," ujar Nyoman.

Data ante mortem yang dihimpun mencakup informasi medis, ciri fisik, hingga barang pribadi korban. Data tersebut kemudian akan dibandingkan dengan hasil pemeriksaan jenazah atau post mortem yang telah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Hingga kini, sebanyak 10 kantong jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Namun identitas seluruh korban masih belum dapat dipastikan karena proses identifikasi masih berlangsung.

"Seluruh kantong jenazah masih dalam tahap pemeriksaan. Identitas korban belum diketahui dan akan kami pastikan melalui proses rekonsiliasi data," jelas Nyoman.

Di sisi lain, tim gabungan masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk memastikan jumlah korban secara akurat. Langkah ini dinilai penting agar data yang diperoleh benar-benar valid.

Sementara itu, korban luka tidak dirawat di RS Polri Kramat Jati, melainkan langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.

"Untuk korban luka, semuanya ditangani di rumah sakit sekitar Bekasi," kata Nyoman.

Hingga saat ini, belum ada jenazah yang diserahkan kepada keluarga karena seluruhnya masih menunggu proses identifikasi selesai. Kepolisian memastikan prosedur identifikasi dilakukan secara profesional.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia mencatat jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut mencapai 14 orang berdasarkan data terbaru hingga Selasa pagi.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut seluruh korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Selain itu, sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka