News

Pramono Luruskan Arti Program “Mudik ke Jakarta”

Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meluruskan pemahaman soal program “Mudik ke Jakarta” yang belakangan ramai dibicarakan. Ia menegaskan program tersebut bukan ajakan bagi warga dari berbagai daerah untuk datang dan mudik ke ibu kota.

Menurut Pramono, program itu justru dibuat agar masyarakat bisa menikmati suasana Jakarta yang biasanya lebih sepi saat musim mudik Lebaran.

“Saya ingin meluruskan beberapa pemberitaan mengenai mudik ke Jakarta. Itu bukan artinya mengharapkan masyarakat yang di kampung-kampung itu kemudian di mana-mana datang ke Jakarta untuk mudik, karena memang pasti mereka bukan tempatnya di Jakarta. Tetapi Jakarta kali ini memberikan ruang bagi siapapun orang untuk bisa menikmati Jakarta ketika Jakarta sedang lengang,” ungkap Pramono di Kepulauan Seribu, Jumat.

Ia menjelaskan jumlah warga yang mudik tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan berbagai program untuk masyarakat yang tetap berada di ibu kota selama libur Lebaran.

Sejumlah program yang disiapkan antara lain potongan harga di beberapa tempat wisata hingga fasilitas transportasi gratis selama dua hari.

“Kami akan mengadakan program-program diskon, beberapa tempat-tempat wisata juga kami akan lakukan diskon, termasuk untuk transportasi, dua hari berturut-turut kami gratiskan semua,” papar Pramono.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperkirakan sekitar 4.024.251 warga akan tetap berada di Jakarta dan tidak melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub DKI Jakarta Yayat Sudrajat mengatakan jutaan warga tersebut berpotensi memadati sejumlah tempat wisata dan pusat perbelanjaan di ibu kota.

Beberapa lokasi yang diprediksi ramai antara lain kawasan Ancol, Kebun Binatang Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah, Kota Tua, Kepulauan Seribu, Monas, hingga kawasan Pantai Indah Kapuk.

Selain tempat wisata, sejumlah pusat belanja seperti Tanah Abang, Kebon Kacang, dan Glodok juga diperkirakan akan dipadati pengunjung.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Pemprov DKI mempertimbangkan penerapan sejumlah rekayasa lalu lintas seperti contra flow, sistem ganjil genap, hingga pembatasan kendaraan di kawasan wisata tertentu.

Selama periode angkutan Lebaran 2026, Pemprov DKI juga menyiagakan 2.082 personel dari berbagai instansi. Petugas tersebut didukung berbagai sarana seperti mobil patroli, mobil derek, rambu portabel, serta ribuan traffic cone dan water barrier.

Sementara itu, PT Jasa Marga memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau tiga hari sebelum Lebaran. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 23 Maret 2026 atau tiga hari setelah Lebaran.

"Prediksi proyeksi volume lalu lintas yang keluar Jakarta pada H-10 sampai dengan H-11 kurang lebih ada 3.671.078 kendaraan. Sementara proyeksi lalu lintas masuk Jakarta pada H-10 sampai H+10 kurang lebih 3.540.379 kendaraan," ungkap Yayat.

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: