Moskow (KABARIN) - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dikabarkan tengah menyiapkan langkah baru untuk menjaga keamanan jalur energi dunia. Dalam waktu dekat, Washington berencana mengumumkan pembentukan koalisi sejumlah negara guna mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Laporan The Wall Street Journal yang mengutip beberapa pejabat Amerika Serikat menyebutkan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan teknis, termasuk menentukan kapan operasi pengawalan akan dimulai. Para pejabat disebut masih mempertimbangkan apakah operasi akan dijalankan sebelum atau setelah permusuhan di kawasan itu mereda.
Sebelumnya, Menteri Energi AS Chris Wright juga sempat mengungkapkan kemungkinan keterlibatan militer AS dalam misi pengawalan tersebut.
"Angkatan Laut AS dapat mulai mengawal kapal komersial melintasi Selat Hormuz paling cepat pada akhir Maret," kata Wright.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa saat ini Angkatan Laut AS belum sepenuhnya memiliki kemampuan operasional untuk menjalankan misi pengawalan tersebut secara optimal.
Ketegangan yang meningkat di sekitar wilayah Iran membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global nyaris terhenti.
Situasi keamanan yang belum menentu juga berdampak pada sektor asuransi maritim. Sejumlah perusahaan asuransi mulai menaikkan premi bagi kapal yang melintasi jalur tersebut, bahkan meninjau ulang cakupan perlindungan bagi pelayaran di kawasan yang kini dianggap berisiko tinggi itu.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026