Jakarta (KABARIN) - Aktris Halle Bailey membuka cerita soal pengalaman tidak menyenangkan yang ia alami ketika dipercaya memerankan Ariel dalam film live action Disney The Little Mermaid.
Ia mengaku sempat menjadi sasaran komentar rasis dari sebagian netizen setelah pengumuman casting tersebut.
Dilaporkan Variety pada Senin 6 April waktu setempat, tiga tahun setelah perilisan film itu, Bailey kini melihat kembali perjalanannya dengan sudut pandang yang lebih tenang. Ia merasa pengalaman tersebut justru membantunya lebih memahami diri sendiri di tengah sorotan publik.
Saat pertama kali diumumkan sebagai Ariel, keputusan Disney sempat menuai kritik dari sebagian warganet karena memilih aktris kulit hitam untuk karakter ikonik tersebut. Situasi itu kemudian berkembang menjadi serangan dan komentar negatif di media sosial.
Meski begitu, Bailey menegaskan dirinya tidak membawa pengalaman itu sebagai hal buruk dalam hidupnya. Ia justru melihat proses tersebut sebagai pelajaran penting dalam perjalanan kariernya.
Dalam wawancara bersama The Independent, ia mengatakan bahwa pengalaman tersebut membuatnya belajar untuk lebih fokus pada suara positif dan mengabaikan kebisingan dari luar.
“‘The Little Mermaid’ adalah pengalaman yang indah bagi saya, dan saya merasa seperti itu mengajari saya untuk mendengarkan diri saya sendiri dan suara-suara baik di dalamnya. Saya belajar bagaimana mengabaikan kebisingan,” kata Halle Bailey dalam wawancara The Independent.
Ia juga menggambarkan masa itu sebagai periode yang membingungkan karena banyaknya pendapat yang saling bertentangan. Namun di sisi lain, hal tersebut juga membuatnya lebih kuat dalam memahami identitas dirinya sebagai seorang artis.
Bailey menambahkan bahwa dirinya sempat melihat bagaimana reaksi publik seperti sedang mengamati dirinya sendiri dari kejauhan. Pengalaman tumbuh di industri hiburan menurutnya membantu membentuk mental yang lebih stabil meskipun tekanan datang dari berbagai arah.
Ia juga menyebut dirinya sering mencari ketenangan dengan pergi ke alam agar tetap seimbang di tengah dunia Hollywood yang penuh tekanan.
“Saya ada di sini sebuah berkah, dan saya bersyukur (bisa bermusik dan berakting), tetapi pada saat yang sama, ini bukanlah hal terpenting dalam hidup. Yang penting tetap membumi, dan menjaga orang-orang yang kita cintai,” imbuhnya.
Sebelum film tersebut tayang pada Mei 2023, Bailey mengaku sudah memprediksi akan ada reaksi rasis terhadap dirinya. Hal itu membuatnya tidak terlalu terkejut ketika kritik mulai bermunculan di media sosial.
Ia juga mengingat pesan dari Beyoncé yang pernah menyarankannya untuk tidak membaca komentar di internet agar tidak terpengaruh hal negatif.
Selain itu, Bailey menyebut dukungan keluarganya sangat berperan penting dalam membantunya melewati masa sulit tersebut. Kakek dan neneknya bahkan berbagi pengalaman tentang diskriminasi yang pernah mereka alami agar ia tetap kuat.
“Itu adalah hal yang menginspirasi dan indah mendengar kata-kata penyemangat mereka, mengatakan kepada saya, ‘kamu tidak mengerti apa dampak ini bagi kami, bagi komunitas kami, bagi semua gadis kecil kulit hitam dan cokelat yang akan melihat diri mereka dalam dirimu,’” ujarnya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026