Jakarta (KABARIN) - Pagi yang seharusnya berjalan lancar di kawasan Jalan Arteri Gatot Subroto, Tebet, mendadak berubah jadi momen menegangkan.
Sebuah truk bermuatan pasir seberat dua ton tiba-tiba terguling di tengah jalan. Penyebabnya ternyata hal yang sering dianggap sepele: mengantuk saat mengemudi.
Sang sopir, Nur Syaefudin, mengaku dirinya kehilangan fokus karena kantuk yang tak tertahankan.
Perjalanan yang seharusnya rutin—mengangkut pasir dari Kuningan menuju Pancoran hingga Karawang—berakhir di tengah jalan.
Saat melintas, ia tidak menyadari adanya pembatas jalan. Truk pun menghantam beton pembatas dan akhirnya terguling.
Dampak langsung dari kecelakaan ini bukan hanya kendaraan yang terbalik, tapi juga muatan pasir yang tumpah ke jalan.
Proses evakuasi pun tidak mudah:
- Pasir harus dipindahkan secara manual
- Warga dan petugas PPSU turun tangan membantu
- Truk baru bisa diderek setelah beban dikurangi
Karena beratnya muatan, proses ini memakan waktu cukup lama.
Insiden ini langsung berdampak pada arus lalu lintas. Kendaraan yang melintas harus melambat, bahkan sempat terjadi kemacetan panjang di sekitar lokasi.
Aktivitas pagi warga pun ikut terganggu akibat jalan yang sebagian tertutup material pasir.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sopir dan penumpangnya hanya mengalami syok.
Namun, insiden ini jadi pengingat penting: mengemudi dalam kondisi lelah atau mengantuk bisa berakibat fatal.
Tips Aman Berkendara
Sedikit tips sederhana tapi krusial:
- Istirahat cukup sebelum berkendara
- Jangan paksakan diri jika mengantuk
- Menepi dan tidur sejenak lebih aman daripada memaksakan perjalanan
Kejadian ini menunjukkan bahwa kecelakaan bisa terjadi bukan hanya karena faktor teknis, tapi juga kondisi tubuh pengemudi. Jadi, sebelum berkendara, pastikan kamu benar-benar siap—fisik dan fokus.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026