News

Krisis Energi Mengintai? Iran Batasi Kapal di Selat Hormuz

Moskow (KABARIN) - Di tengah tensi geopolitik yang masih terasa, Iran mengambil langkah yang langsung menyita perhatian dunia. Jalur vital energi global, Selat Hormuz, kini diperlakukan akses terbatas dan biaya fantastis.

Kapal tanker raksasa disebut bisa dikenakan biaya hingga 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34 miliar hanya untuk melintas.

Jika biasanya kapal bebas melintas selama jalur aman, kini situasinya berubah drastis.

Iran disebut hanya akan mengizinkan sekitar 12 kapal per hari melewati Selat Hormuz. Artinya, jalur ini kini terasa seperti sistem reservasi terbatas, selektif, dan mahal.

Para pemilik kapal bahkan tengah bernegosiasi langsung dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) untuk mendapatkan izin melintas.

Tak hanya itu, kapal juga wajib mengikuti rute khusus yang sudah ditentukan.

Selat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar 20% pasokan minyak dunia, termasuk gas alam cair (LNG), melewati titik sempit ini setiap harinya.

Ketika akses dibatasi, efeknya bisa terasa ke seluruh dunia—mulai dari harga bahan bakar hingga biaya logistik global.

Langkah ini muncul tak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua pekan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga memastikan bahwa Selat Hormuz tetap dibuka, meski kini dengan aturan yang jauh lebih ketat.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: