Money

Mentan Amran Tegaskan Harga Beras Tak Naik, SPHP dan HET Tetap Dijaga

Ada HET (harga eceran tertinggi). Jadi ada harga eceran tertinggi. Kami minta seluruh teman-teman pedagang jangan menaikkan harga di atas HET,

Karawang, Jawa Barat (KABARIN) - Andi Amran Sulaiman yang juga Kepala Badan Pangan Nasional menegaskan bahwa tidak terjadi kenaikan harga beras meskipun ada isu kenaikan biaya logistik dan kemasan plastik.

Ia mengatakan pemerintah tetap menjaga stabilitas harga melalui kebijakan harga yang telah ditetapkan, termasuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai penyeimbang pasar.

"Ada HET (harga eceran tertinggi). Jadi ada harga eceran tertinggi. Kami minta seluruh teman-teman pedagang jangan menaikkan harga di atas HET," kata di sela meninjau stok beras di gudang Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis.

Amran menegaskan harga beras SPHP tidak mengalami perubahan dan tetap dipertahankan untuk mencegah lonjakan harga di tingkat konsumen.

Ia juga menyebut kebijakan harga pemerintah tidak berbasis asumsi, melainkan data inflasi yang menunjukkan bahwa dalam dua tahun terakhir beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi nasional.

"Kita jangan pakai rasa, kita pakai rasio penyumbang inflasi. Dulu ini (beras) dua tahun terakhir bukan beras penyumbang inflasi utama. Dulunya selalu nomor satu, nomor dua, nomor tiga. Sekarang ini bukan penyumbang inflasi utama jadi kita pakai data. Nah SPHP kita tidak naikkan tetap harganya seperti sekarang," tegas Amran.

Selain SPHP, pemerintah juga menerapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium guna menjaga kestabilan harga di pasar.

Amran meminta pelaku usaha tidak menaikkan harga di atas HET karena menurutnya tidak ada alasan dari sisi pasokan yang membenarkan kenaikan tersebut. Ia juga menyinggung bahwa kondisi saat ini berbeda dengan masa lalu ketika Indonesia masih bergantung pada impor beras.

Ia menambahkan, pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap praktik spekulasi harga melalui Satgas Pangan. Saat ini, tercatat 76 tersangka dalam kasus terkait pangan seperti beras, pupuk, dan minyak goreng dengan total kerugian yang disebut mencapai Rp3,3 triliun.

Dari sisi pasokan, Amran menyebut stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 5.198.000 ton per 23 April 2026, yang disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Ia menegaskan kondisi stok yang tinggi dan pengawasan ketat membuat tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga.

Adapun HET beras medium ditetapkan Rp13.500 per kg, sedangkan beras premium Rp14.900 per kg. Sementara itu, harga beras SPHP tetap mengikuti ketentuan sesuai zona wilayah, mulai dari Rp12.500 hingga Rp13.500 per kg.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: