News

383 Ekor Ikan Sapu-sapu Kembali Ditangkap di Sungai Pesanggrahan, Jakbar

Jakarta (KABARIN) - Sebanyak 383 ekor ikan sapu-sapu kembali ditangkap petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat di aliran Sungai Pesanggrahan, RW 05 Meruya Utara, Kembangan, Rabu. Penangkapan ini dilakukan karena ikan sapu-sapu dinilai membahayakan ekosistem sungai hingga infrastruktur saluran air di Jakarta.

Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Jakarta Barat, Aas Asih, mengatakan total ikan yang berhasil diamankan kali ini mencapai 92 kilogram.

"Hari ini, kami berhasil menangkap sebanyak 383 ekor ikan sapu-sapu, total berat 92 kilogram," kata Aas saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Proses penangkapan melibatkan petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Sudin KPKP bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Meruya Utara. Mereka menangkap ikan dengan cara menebar jala di aliran Sungai Pesanggrahan.

Setelah berhasil ditangkap, ratusan ikan tersebut langsung dimusnahkan dengan cara dikubur di Sentra Flona Semanan.

"Setelah ditangkap, dikubur langsung di Sentra Flona Semanan," kata Aas.

Menurut Aas, ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif yang bisa berkembang biak dengan sangat cepat. Kondisi ini membuat populasi ikan lokal di sungai terancam karena kalah bersaing.

"Jadi dia berkembang biasanya cepat sekali, sehingga ikan lokal nanti terdesak," tutur Aas.

Bukan cuma mengganggu ekosistem, ikan sapu-sapu juga dikenal bisa merusak turap atau dinding saluran air. Ikan ini membuat lubang-lubang kecil di tembok untuk tempat berlindung, yang lama-kelamaan bisa membuat struktur turap menjadi rapuh.

"Memang sifat ikan sapu-sapu itu, dia melubangi tembok untuk berliang. Jadi kan nanti bisa merusak turap saluran-saluran yang ada di wilayah Jakarta," ujar Aas.

Aas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu. Pasalnya, ikan tersebut kerap hidup di perairan tercemar dan berpotensi mengandung bakteri berbahaya hingga logam berat.

Ia menyebut masih ada oknum yang memburu ikan sapu-sapu untuk dijadikan olahan makanan seperti siomay. Padahal, konsumsi ikan itu secara terus-menerus dikhawatirkan berdampak buruk bagi kesehatan.

"Dikhawatirkan kalau ada masyarakat yang mengkonsumsi itu (olahan ikan sapu-sapu) secara terus-menerus, dia (logam berat) terakumulasi dalam tubuh manusia. Makanya (ikan sapu-sapu) mesti dibasmi," pungkas Aas.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: