Tokyo (KABARIN) - Jepang mulai merasakan gelombang panas ekstrem lebih awal di tahun 2026. Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) melaporkan suhu di sejumlah wilayah pada Senin (18/5) menembus angka 35 derajat Celsius untuk pertama kalinya tahun ini.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi salah satu “hari dengan suhu sangat panas” paling awal yang pernah tercatat di Jepang. Menurut data JMA, kejadian serupa baru tiga kali terjadi dalam sejarah pencatatan cuaca di negara itu.
Wilayah Hita di Prefektur Oita, Jepang barat daya, dan Kota Toyooka di Prefektur Hyogo, Jepang barat, sama-sama mencatat suhu tertinggi mencapai 35,3 derajat Celsius. Sementara itu, suhu di Miyazu, Prefektur Kyoto, juga hampir menyentuh level ekstrem dengan catatan 34,6 derajat Celsius.
Di Jepang, istilah “hari dengan suhu sangat panas” digunakan ketika temperatur mencapai atau melebihi 35 derajat Celsius. Tahun ini, suhu ekstrem datang lebih cepat dibanding biasanya.
Sebelumnya, rekor suhu panas ekstrem paling awal pernah terjadi pada 13 Mei 1993 dan 17 Mei 2023. Kini, tahun 2026 masuk dalam daftar tahun dengan kemunculan cuaca panas tercepat di Jepang.
JMA juga memperingatkan bahwa cuaca panas diperkirakan masih akan berlanjut pada Selasa (19/5). Masyarakat diminta waspada terhadap risiko gangguan kesehatan akibat suhu tinggi, termasuk heatstroke atau serangan panas.
Gelombang panas yang datang lebih cepat ini kembali memicu perhatian terhadap perubahan pola cuaca global. Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang memang semakin sering mengalami musim panas ekstrem dengan suhu yang terus memecahkan rekor.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026