Pemerintah Pantau Serius Keselamatan WNI dalam Misi Kemanusiaan Gaza

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Indonesia menyatakan terus memantau perkembangan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza melalui perairan Mediterania Timur.

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid mengatakan pemerintah saat ini fokus memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada dalam rombongan misi tersebut, termasuk para jurnalis Indonesia yang sedang menjalankan tugas peliputan.

“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” kata Meutya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5).

Pemerintah juga mengecam tindakan militer Israel yang disebut mencegat dan menahan rombongan kapal misi kemanusiaan itu saat menuju Gaza.

Dalam rombongan tersebut, terdapat sejumlah jurnalis Indonesia seperti Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo. Mereka ikut dalam misi untuk meliput langsung situasi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.

“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan warga negara Indonesia termasuk insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” ungkap Menkomdigi.

Meutya menegaskan bahwa kerja jurnalistik harus dihormati, terutama saat meliput konflik dan krisis kemanusiaan. Menurut dia, kehadiran jurnalis penting untuk menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada publik dunia.

“Jurnalis hadir untuk membawa suara kemanusiaan dan menyampaikan fakta kepada publik dunia. Karena itu, kerja jurnalistik perlu dihormati dan diberikan ruang aman, terlebih dalam situasi krisis kemanusiaan,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri RI, sedikitnya ada 10 kapal misi kemanusiaan yang ditahan. Beberapa di antaranya adalah kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Hingga kini, kapal yang membawa para jurnalis Indonesia disebut masih belum bisa dihubungi. Status para awak kapal pun belum diketahui secara pasti.

Sebelumnya, Kemlu RI juga telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah perlindungan dan kemungkinan percepatan pemulangan WNI jika memang diperlukan.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” pungkas Meutya.

Baca juga: Kemlu Pastikan Lima WNI Diculik Israel saat Konvoi Flotilla Gaza

Baca juga: Di Balik Kecaman Indonesia atas Serangan Flotilla Gaza

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka