Money

Purbaya Tegaskan Tidak Ada Kekhawatiran Krisis Ekonomi Terulang

Fundamental kita amat baik. Kalau dibandingkan 1998 kan waktu itu dari Rp2.000 melemah ke sekian, Rp17 ribu kan sekian kali lipat. Kalau sekarang kan depresiasi 4-5 persen kan sebetulnya jauh dari 1998

Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak melihat adanya potensi krisis ekonomi seperti yang pernah terjadi pada 1998.

Hal itu disampaikan usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, dengan menekankan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih kuat.

“Tidak (kekhawatiran). Fundamental kita amat baik. Kalau dibandingkan 1998 kan waktu itu dari Rp2.000 melemah ke sekian, Rp17 ribu kan sekian kali lipat. Kalau sekarang kan (depresiasi) 4-5 persen kan sebetulnya jauh (dari 1998),” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan pelemahan rupiah belakangan ini lebih dipengaruhi oleh persepsi pasar ketimbang masalah fundamental ekonomi dalam negeri.

Menurutnya, Indonesia saat ini tengah menghadapi tekanan dari berbagai arah, mulai dari penilaian lembaga internasional hingga pergerakan nilai tukar global.

“Kalau kita lihat sekarang kan serangan bertubi-tubi ke kita. MSCI, habis itu lembaga pemeringkat, habis itu pergerakan nilai tukar. Tapi kalau dari fundamental sih nggak ada masalah. Jadi, kita akan memperbaiki cara mungkin, kita mensosialisasikan keberhasilan kita ke publik,” katanya.

Purbaya juga menyampaikan bahwa pemerintah menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh ekonomi senior, termasuk mantan pejabat Bank Indonesia dan Bappenas, untuk membahas pengalaman penanganan krisis di masa lalu.

Pertemuan itu menjadi ruang berbagi pandangan terkait penanganan krisis ekonomi pada periode sebelumnya seperti 2007 hingga 2008, yang kemudian akan menjadi bahan evaluasi pemerintah.

“Sharing pengetahuan gimana waktu mengalami ada krisis 2007-2008 dan sebelum-sebelumnya. Itu saja kita pelajari, masukan dari mereka apa. Saya sudah catat, saya diperintahkan untuk mempelajari, ya kita pelajari,” ujarnya.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Fathur Rochman
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: