Money

Purbaya Perbaiki Coretax untuk Tekan Shortfall Pajak 2026

Coretax kami perbaiki lagi. Sudah bagus, tapi kemarin ada interface yang lambat lagi, kami perbaiki lagi. Terus kami monitor kinerja setiap kantor pajak

Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah terus menyempurnakan sistem Coretax Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai upaya menekan potensi selisih realisasi penerimaan pajak terhadap target (shortfall) pada 2026.

Kementerian Keuangan memproyeksikan penerimaan pajak hingga akhir tahun mencapai Rp2.310,8 triliun atau 98 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun. Dengan demikian, terdapat potensi shortfall sebesar Rp46,9 triliun.

Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, Purbaya mengatakan perbaikan Coretax menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan penerimaan pajak.

Hingga semester I-2026, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp831,3 triliun.

Menurut Purbaya, peningkatan kinerja tersebut juga didukung reformasi perpajakan yang terus dilakukan, termasuk penyempurnaan sistem Coretax.

“Coretax kami perbaiki lagi. Sudah bagus, tapi kemarin ada interface yang lambat lagi, kami perbaiki lagi. Terus kami akan monitor kinerja setiap kantor pajak,” kata Purbaya.

Selain pembenahan sistem, Purbaya menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap pegawai DJP, terutama bagi mereka yang melanggar kode etik atau melakukan penyimpangan.

Ia menambahkan pembenahan organisasi menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan negara.

“Sekarang saya juga boleh merumahkan orang. Saya akan merumahkan kalau mereka tidak kerja dengan bagus. Tapi, rata-rata sekarang sudah lebih baik,” ujarnya.

Di sisi lain, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai diperkirakan mencapai Rp320,6 triliun atau 95,4 persen dari target APBN sebesar Rp336 triliun.

Secara keseluruhan, pendapatan negara diproyeksikan melampaui target APBN 2026 dengan mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7 persen dari pagu sebesar Rp3.153,6 triliun.

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: