Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, didorong maraknya aksi penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di pasar modal domestik sepanjang pekan ini.
IHSG naik 39,07 poin atau 0,67 persen ke level 5.912,44. Sementara indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut menguat 4,49 poin atau 0,77 persen menjadi 587,37.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan bursa saham Asia bergerak variatif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran untuk hari kedua berturut-turut.
Di dalam negeri, sentimen positif datang dari aktivitas IPO yang cukup ramai. Sebanyak enam perusahaan melantai di BEI sepanjang pekan ini dengan total dana yang berhasil dihimpun sekitar Rp1,79 triliun.
Lima emiten baru langsung mencatatkan kenaikan signifikan hingga menyentuh Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan, sementara satu perusahaan dijadwalkan melaksanakan IPO pada Jumat (10/7).
Selain itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari Asian Development Bank (ADB) turut menjadi katalis positif. ADB memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh stabil sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 2027, mencerminkan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
"Proyeksi tersebut menunjukkan kondisi target yang realistis kondisi global mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi," ujar Nico.
Dari pasar global, konflik di Timur Tengah masih menjadi perhatian investor setelah Amerika Serikat mengonfirmasi serangan lanjutan terhadap Iran. Sebagai respons, Iran mengancam akan melancarkan operasi balasan terhadap pangkalan militer AS di kawasan.
Eskalasi konflik tersebut mendorong kenaikan harga minyak dunia, sehingga memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga global akan bertahan tinggi lebih lama.
Di sisi lain, risalah rapat The Federal Reserve pada Juni 2026 menunjukkan hanya sebagian kecil pejabat yang mendukung kenaikan suku bunga, meski kekhawatiran terhadap inflasi masih meningkat.
Pelaku pasar kini menantikan data klaim pengangguran mingguan serta penjualan rumah di Amerika Serikat sebagai petunjuk arah kebijakan moneter The Fed.
"Pasar terus memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun 2026," kata Nico.
IHSG sempat dibuka di zona merah sebelum berbalik menguat hingga penutupan sesi pertama. Tren positif berlanjut pada sesi kedua hingga perdagangan berakhir.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, delapan sektor ditutup menguat, dipimpin sektor barang baku yang naik 2,14 persen, disusul sektor transportasi dan logistik sebesar 1,28 persen serta sektor industri yang menguat 1,08 persen.
Sementara itu, tiga sektor terkoreksi, yakni sektor kesehatan yang turun 1,40 persen, sektor properti melemah 1,40 persen, dan sektor infrastruktur terkoreksi 0,29 persen.
Saham-saham dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini antara lain PRDL, JELI, MMIX, JAST, dan ARTO. Adapun saham yang mengalami penurunan terbesar adalah JECX, BAPA, BKDP, PBSA, dan MEDS.
Frekuensi perdagangan tercatat mencapai 2,226 juta transaksi dengan volume 25,69 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp12,07 triliun. Sebanyak 338 saham menguat, 296 saham melemah, dan 330 saham ditutup tidak berubah.
Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 1,55 persen ke level 67.856,56, Shanghai Composite naik 1,65 persen menjadi 4.036,59, Strait Times menguat 1,20 persen ke 5.433,88, sedangkan Hang Seng melemah 0,70 persen ke level 24.030,18.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026