Prabowo Tegaskan Kemandirian Energi Jadi Prioritas Sejak Sebelum Menjabat Presiden

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan upaya mewujudkan kemandirian energi telah menjadi prioritasnya sejak sebelum dilantik sebagai presiden dan kini mulai direalisasikan melalui implementasi Program Mandatori Biodiesel B50.

"Dari sejak saya belum dilantik jadi presiden kepada tim inti saya, tim penasihat saya, selalu saya tekankan harus swasembada pangan, harus swasembada energi. Tidak boleh impor BBM, tidak boleh impor pangan," kata Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis.

Menurut Prabowo, keberlangsungan sebuah negara ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri, memiliki sumber energi tanpa bergantung pada negara lain, serta ketersediaan sumber daya air yang memadai.

"Tanpa tiga-tiga ini, suatu bangsa sulit untuk survive. Sulit untuk kita berdaulat, sulit untuk kita sejahtera, sulit untuk kita makmur," ujarnya.

Presiden mengatakan pemerintah telah menunjukkan kemajuan menuju swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan, meski sebelumnya sempat diragukan berbagai pihak.

Di sektor energi, Prabowo mengaku sempat mendorong penerapan biodiesel hingga B100. Namun, menurutnya, jajaran menteri meyakinkan bahwa implementasi B50 sudah cukup untuk menghentikan impor solar.

"Bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan saya, Pak, dengan B50 saja, kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri," katanya.

Prabowo juga menyinggung berbagai langkah yang telah dilakukan sejak menjabat Menteri Pertahanan, termasuk upaya Kementerian Pertahanan bersama TNI mencari sumber-sumber air di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian nasional.

Ia menilai peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 menjadi tonggak penting dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional, sekaligus melanjutkan kebijakan pengembangan biodiesel yang telah dimulai sejak 2008.

Program mandatori biodiesel di Indonesia berkembang secara bertahap, mulai dari B2,5 pada 2008, kemudian meningkat ke B20, B30, B35, B40, hingga kini mencapai B50 pada 2026.

Melalui implementasi B50, pemerintah menargetkan penghentian impor solar sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada energi. Prabowo optimistis target tersebut dapat dicapai dalam beberapa tahun ke depan, didukung penemuan cadangan gas baru di sejumlah wilayah Indonesia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka