Karawang, Jawa Barat (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemimpin yang berbohong kepada rakyat merupakan pemimpin yang berdosa sekaligus mengkhianati kepentingan bangsa dan negara.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis, ketika menyinggung capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
"Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya. Berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya. Berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan," kata Prabowo.
Menurut Presiden, masih ada pihak yang meragukan pentingnya swasembada pangan dan menuding pemerintah tidak menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat.
Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh menyampaikan informasi yang tidak benar kepada rakyat, termasuk terkait capaian swasembada pangan yang menurutnya telah berhasil diwujudkan.
"Alhamdulillah, kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Alhamdulillah, kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun. Banyak pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejak sebelum dilantik sebagai presiden, dirinya telah mengarahkan tim inti dan para penasihat untuk menjadikan swasembada pangan dan swasembada energi sebagai prioritas nasional, termasuk dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan maupun bahan bakar minyak.
Selain pangan dan energi, Prabowo menilai ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberlangsungan hidup suatu bangsa.
Karena itu, pemerintah melalui TNI terus menjalankan program pengeboran air di berbagai daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.
"Sampai sekarang TNI terus mencari air, TNI terus membor air di tempat-tempat yang susah. Panglima TNI sudah tahun ini saja sudah berapa lubang air yang kita drill? Sudah 30 ribu, dan terus ada masalah kita atasi," kata Prabowo.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026