Prabowo tunda bebas rapat akhir pekan demi anak-anak penyeberang sungai

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Rencana Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghentikan rapat Kabinet Merah Putih di akhir pekan mulai 2026 terpaksa dibatalkan demi memprioritaskan pembangunan jembatan di pelosok menyusul video beredarnya video yang memperlihatkan anak-anak sekolah di pelosok Indonesia menyeberangi sungai tanpa jembatan setiap hari demi bisa belajar.

Dalam pidatonya di Agenda Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Jumat malam, Prabowo mengungkapkan rasa bangganya terhadap para menteri dan pejabat yang terus bekerja tanpa mengenal waktu. Bahkan, ia tak sungkan meminta maaf karena kerap memanggil mereka rapat pada Sabtu dan Minggu.

“Saya kira rakyat kita pantas bangga dengan prestasi menteri dan menko. Mereka bekerja keras, dan saya juga minta maaf sering panggil pada Sabtu-Minggu,” ujarnya.

Menurut Prabowo, tahun 2026 awalnya akan menjadi titik permulaan kebijakan baru: tidak ada lagi rapat akhir pekan, agar para pejabat bisa memiliki waktu istirahat yang lebih teratur. Namun video anak-anak yang berjuang menyeberangi arus sungai itu mengubah segalanya.

“Dikirim video oleh anak-anak langsung ke saya. Jadi terpaksa ditunda lagi,” katanya.

Prabowo menegaskan bahwa kebijakan libur rapat baru bisa diterapkan setelah seluruh jembatan darurat untuk wilayah terpencil selesai dibangun. “Mungkin tahun 2027 tak ada rapat Sabtu-Minggu, sampai jembatan-jembatan ini selesai. Gimana, setuju?” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Darurat Jembatan sebagai langkah cepat memfasilitasi akses aman bagi pelajar di daerah yang masih minim infrastruktur. Ia menyebut kebutuhan pembangunan jembatan di Indonesia mencapai 300.000 unit, yang harus dikejar penyelesaiannya dalam waktu secepat mungkin.

Dengan nada tegas namun penuh empati, Prabowo menandai prioritasnya: istirahat bisa menunggu—akses pendidikan tidak.

Bagikan

Mungkin Kamu Suka