Jakarta (KABARIN) - Satuan K-9 Unit SAR Ditpolsatwa Korps Sabhara Baharkam Polri kembali dikerahkan untuk membantu pencarian korban bencana di bantaran Sungai Desa Huta Raja, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Selasa (2/12). Tim ini turun langsung ke lokasi untuk menelusuri area yang diduga menjadi titik korban tertimbun material banjir.
“Polri melalui Unit SAR K9 Ditpolsatwa Baharkam terus mengerahkan kemampuan terbaik dalam membantu pencarian korban bencana,” ujar Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago di Jakarta, Rabu.
Dalam operasi tersebut, Polri mengerahkan 10 personel dan empat anjing pelacak K-9 dengan spesialisasi cadaver atau pencarian jenazah. Operasi dipimpin Kompol Kadarman sebagai Pawas, dibantu Iptu Erasmus selaku Katim K-9, serta para handler dan personel pendukung lainnya.
Empat anjing K-9 bernama Walet, Ari, Rubin, dan Dasa diterjunkan untuk menyisir titik-titik rawan sepanjang aliran sungai. Keempatnya bertugas mencari indikasi lokasi korban yang mungkin tertimbun material atau hanyut terbawa arus saat banjir menerjang.
Upaya di lapangan dilakukan bersama tim SAR gabungan yang terdiri dari Polri, warga, dan unsur terkait. Lewat beberapa penyisiran, K-9 menemukan satu titik yang menunjukkan indikasi kuat keberadaan korban. Setelah warga melakukan penggalian, ditemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia. Identitas korban belum bisa dikenali karena tubuh mengalami kerusakan akibat terbawa arus.
“Kehadiran K-9 sangat membantu menemukan titik-titik penting yang sulit dijangkau secara manual,” kata Erdi.
Ia menambahkan, koordinasi antara Polri, masyarakat, dan tim SAR gabungan berjalan baik sehingga proses pencarian bisa dilakukan lebih cepat dan aman. Pencarian di Desa Huta Raja masih akan dilanjutkan untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan.
“Kami berkomitmen mendukung penuh seluruh upaya kemanusiaan hingga proses pencarian dinyatakan selesai,” ujarnya.
Sumber: ANTARA