Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan berbagai faktor yang bisa membuat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG naik hingga level 10.000 di tahun 2026.
Menurutnya, ada optimisme kuat dari para pelaku pasar bahwa ekonomi Indonesia akan makin membaik dan pertumbuhan 6 persen year-on-year bukan hal yang mustahil dicapai.
“Saya pikir memang itu optimisme di pasar atau pelaku pasar bahwa kita akan membaik terus ke depan. Kalau saya lihat, fondasi ekonominya yang sudah membaik sekarang, tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BEI sudah amat sinkron, harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat, dan 6 (persen) bukan mustahil dicapai tahun ini,” ujar Purbaya seusai Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2026 di Jakarta, Jumat.
Ia yakin bahwa IHSG bisa menembus angka 10.000 pada tahun ini. “Tahun ini (IHSG) 10.000, itu bukan angka yang mustahil dicapai".
Purbaya menjelaskan salah satu alasan optimisme itu karena mulai 2026, ia memimpin Kementerian Keuangan selama satu tahun penuh, berbeda dengan 2025 yang baru mulai pada 8 September.
“Kan sekarang satu tahun penuh ini saya sudah bagian ekonominya bersama Gubernur BI dan lain lain. Kalau kemarin kan saya masih separuh-separuh, cuma seperempat malah,” ujar Purbaya.
Selain itu, sinkronisasi kebijakan dengan Bank Indonesia diyakini akan semakin mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, yang juga menjadi dasar bagi pertumbuhan laba perusahaan dan menarik minat investor.
“Harusnya dengan kebijakan yang lebih sinkron kita dengan bank sentral dengan yang lain-lain, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat. Itu akan melandasi pertumbuhan keuntungan perusahaan juga. Investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan,” kata Purbaya.
Data perdagangan BEI pada Jumat pukul 11.50 WIB menunjukkan IHSG menguat 77,96 poin atau 0,90 persen ke level 8.724,90 dengan frekuensi perdagangan 1.808.057 kali transaksi dan total saham yang diperdagangkan 25,83 miliar lembar senilai Rp11,86 triliun. Sebanyak 461 saham naik, 219 turun, dan 119 stagnan.
Sumber: ANTARA