Jayapura (KABARIN) - Kapolda Papua, Irjen Polisi Patrige Renwarin, menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi gangguan keamanan dari berbagai kelompok selama 2026 termasuk aksi kelompok bersenjata di beberapa wilayah hukum Polda Papua.
Ia mengatakan, "Memang benar diprediksi gangguan yang dilakukan mereka masih akan mewarnai keamanan terutama di Provinsi Papua Pegunungan."
Menurut Patrige, Papua Pegunungan termasuk salah satu dari tiga provinsi di wilayah hukum Polda Papua yang memiliki delapan polres.
Selama 2025, gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata tercatat sebanyak 104 kasus yang menelan 94 korban jiwa termasuk 15 personel TNI-Polri. Bila dihitung rata-rata, hampir setiap tiga hari terjadi satu insiden dengan korban hampir satu orang tiap kejadian.
Untuk meminimalisir risiko, Polda Papua akan bekerja sama dengan pemerintah daerah, DPRD, dan pihak terkait lainnya dengan pendekatan humanis agar masyarakat sadar dan tidak terlibat kegiatan yang mengganggu keamanan. Patrige menekankan bila ada pelanggaran tetap akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Selain kelompok bersenjata, kelompok kriminal politik seperti KNPB dan ULMWP juga diprediksi dapat mempengaruhi stabilitas keamanan.
"Mudah-mudahan melalui pendekatan humanis akan mengedepankan pemda dan para pihak yang ada di wilayah tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman di masyarakat," kata dia.
Sumber: ANTARA