Jakarta (KABARIN) - Ramadan selalu punya cerita. Bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tapi juga tentang momen hangat di meja makan saat sahur dan berbuka. Dari aroma sup yang mengepul hingga manis legit hidangan penutup, setiap negara punya sajian khas yang membuat Ramadan terasa semakin istimewa.
Yuk, keliling dunia lewat cita rasa khas Ramadan yang menggugah selera ini.
1. Harira & Chebakia – Maroko
Di Maroko, iftar terasa belum lengkap tanpa semangkuk Harira. Sup berbasis tomat ini kaya akan lentil, kacang arab, dan potongan daging kambing yang lembut. Hangat, gurih, dan mengenyangkan—pas untuk mengisi energi setelah seharian berpuasa.
Biasanya Harira dinikmati bersama Chebakia, kue wijen berbalut madu yang manis legit, plus kurma sebagai pembuka. Sementara saat sahur, menu cenderung ringan: roti dengan telur, yoghurt, teh mint, serta madu atau minyak zaitun.
2. Mahshy & Kunafa – Mesir
Di Mesir, meja iftar penuh warna dan rasa. Salah satu menu favorit adalah Mahshy—sayuran seperti paprika atau zucchini yang diisi nasi berbumbu.
Iftar biasanya diawali sup lentil atau bihun, dilanjutkan mezze seperti daun anggur isi. Hidangan utama bisa berupa Koshar (nasi, lentil, pasta, saus tomat) atau Molokhia yang khas. Penutupnya? Kunafa dan Qatayef yang manis dan renyah—nyaris identik dengan Ramadan di sana.
Untuk sahur, Ful Medames—olahan kacang fava tinggi protein—jadi pilihan utama karena mengenyangkan.
3. Fattoush & Mansaf – Yordania & Lebanon
Di Yordania dan Lebanon, iftar kerap dibuka dengan Fattoush, salad segar dengan potongan roti goreng renyah.
Menu utamanya adalah Mansaf—daging kambing yang dimasak dalam yoghurt fermentasi dengan cita rasa gurih khas Timur Tengah. Sajian ini sering hadir dalam porsi besar, cocok untuk dinikmati bersama keluarga besar.
4. Bubur Lambuk – Malaysia
Di Malaysia, Bubur Lambuk menjadi ikon Ramadan. Bubur nasi yang dimasak dengan daging, santan, dan rempah ini punya rasa gurih hangat yang comforting.
Biasanya setelah berbuka dengan kurma dan minuman manis, masyarakat menikmati kari, sate, dan bubur lambuk. Saat sahur, nasi lemak atau bubur sederhana jadi pilihan praktis namun mengenyangkan.
5. Kabsa & Harees – Arab Saudi
Di Arab Saudi, sahur sering dimulai dengan kurma dan air, mengikuti sunnah. Harees—gandum dan daging yang dimasak perlahan hingga lembut—jadi salah satu menu andalan.
Saat iftar, hidangan seperti Kabsa atau Mandi mendominasi meja makan. Nasi berbumbu dengan ayam atau kambing ini disajikan bersama samosa, sup, salad, dan jus segar.
6. Haleem & Rooh Afza – Pakistan
Di Pakistan, Haleem jadi bintang saat berbuka. Bubur gurih dari gandum, lentil, daging, dan rempah ini dimasak lama hingga teksturnya lembut dan kaya rasa.
Selain itu ada fruit chaat, pakora, samosa, hingga Dahi Bhalla. Minuman manis Rooh Afza yang berwarna merah muda pun hampir selalu hadir di meja iftar.
7. Haleem & Biryani – India
Di India, hidangan berbuka kerap menghadirkan Haleem atau biryani dengan lapisan rempah yang harum menggoda.
Untuk sahur, banyak keluarga memilih paratha dengan kari, telur rebus, yoghurt, atau bahkan sisa biryani malam sebelumnya—praktis tapi tetap lezat.
8. Kolak – Indonesia
Di Indonesia, manis adalah pembuka yang tak tergantikan. Kolak—dengan gula aren, santan, dan pandan—berisi pisang, ubi, atau nangka, jadi favorit banyak orang.
Setelah takjil manis, hidangan gurih seperti soto, sate, dan lontong menyusul. Untuk sahur, menu berbasis nasi seperti nasi goreng atau bubur masih jadi andalan.
Dari sup hangat di Afrika Utara hingga kolak manis di Asia Tenggara, Ramadan selalu punya cara unik untuk menghadirkan kebersamaan lewat makanan. Setiap suapan bukan hanya soal rasa, tapi juga tradisi dan cinta yang diwariskan turun-temurun.
Sumber: Yourguidetravel, curlytales