Indonesia Ajak Pihak Internasional Redam Ketegangan di Tengah Konflik AS dan Venezuela

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Indonesia angkat suara menyusul serangan militer berskala besar Amerika Serikat ke Venezuela yang memicu ketegangan serius di kawasan Amerika Selatan.

Melalui Kementerian Luar Negeri RI, Indonesia meminta semua pihak menahan diri dan memprioritaskan penyelesaian konflik secara damai lewat dialog terbuka.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog,” demikian pernyataan tertulis Kemlu RI yang disampaikan lewat media sosial X pada Sabtu.

Indonesia juga mengingatkan agar keselamatan warga sipil tetap menjadi perhatian utama di tengah situasi yang terus memanas.

Selain itu, pemerintah menegaskan pentingnya menghormati hukum internasional serta nilai-nilai yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa oleh semua pihak tanpa pengecualian.

Di saat yang sama, Kemlu RI memastikan seluruh warga negara Indonesia yang berada di Venezuela dalam kondisi aman. Kedutaan Besar RI di Caracas terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi dan keselamatan WNI.

“Saat ini seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman,” kata Kemlu RI.

Situasi di Venezuela dilaporkan mencekam sejak Sabtu dini hari. Sejumlah ledakan terdengar di beberapa wilayah, seiring meningkatnya ketegangan antara Caracas dan Washington.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap tebal di sejumlah titik di ibu kota Caracas, diiringi suara sirene peringatan serangan udara. Laporan media setempat menyebutkan sedikitnya tujuh ledakan terjadi dan jet tempur terbang rendah di atas kota.

Pemadaman listrik juga dilaporkan melanda beberapa kawasan Caracas, termasuk wilayah selatan yang berdekatan dengan pangkalan militer utama.

Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil melalui akun Telegram menegaskan bahwa negaranya menolak keras serangan militer Amerika Serikat dan mengecam apa yang disebutnya sebagai agresi terbuka terhadap wilayah serta rakyat Venezuela.

Di tengah kondisi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa pasukan khusus AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya.

"Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu," kata Trump di platform Truth Social.

Meski demikian, hingga kini klaim penangkapan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka