Oto

Waspada Aquaplaning, Ini Tips Aman Berkendara Saat Musim Hujan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Berkendara menggunakan mobil di musim hujan membutuhkan fokus dan kewaspadaan ekstra. Salah satu risiko yang kerap mengintai pengemudi adalah aquaplaning, kondisi berbahaya yang bisa terjadi ketika kendaraan melaju di atas genangan air.

Dalam keterangan resminya, Minggu, Astra Infra menjelaskan bahwa aquaplaning terjadi saat ban kendaraan kehilangan daya cengkeram akibat lapisan air di permukaan jalan. Kondisi ini umum terjadi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan genangan air sulit terlihat oleh pengemudi.

Aquaplaning dapat membuat kendaraan sulit dikendalikan, bahkan berisiko tergelincir jika pengemudi tidak sigap mengantisipasi.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, pengemudi disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan, serta menghindari manuver mendadak seperti pengereman keras atau perpindahan jalur secara tiba-tiba.

Selain itu, kondisi ban juga memegang peranan penting. Pastikan ketebalan ban dan tekanan angin sesuai standar, karena ban yang aus atau kurang angin lebih rentan kehilangan traksi saat melintasi jalan basah.

Tak hanya mengimbau pengguna jalan, Astra Infra juga melakukan berbagai langkah preventif untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem. Upaya tersebut meliputi optimalisasi saluran drainase, penyesuaian kemiringan lereng (re-sloping), hingga penyiapan peralatan penanganan banjir seperti pompa air, alat berat, dan sandbag di sepanjang ruas tol.

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan berkendara, khususnya pada cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi visibilitas dan kondisi jalan. Astra Infra telah menyiapkan berbagai fasilitas keselamatan untuk mendukung kelancaran perjalanan, terutama saat arus balik,” ujar Rinaldi, Chief Technical Officer Astra Infra Group.

Memasuki periode puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru, volume kendaraan diperkirakan meningkat. Untuk meningkatkan kewaspadaan, Astra Infra juga menyampaikan imbauan keselamatan melalui Variable Message Sign (VMS) dan berbagai signage di sejumlah titik strategis.

Selain itu, keberadaan warning light dan lampu strobo di ruas tol turut membantu meningkatkan visibilitas, terutama bagi pengemudi yang berkendara pada malam hari atau saat hujan deras.

Pengemudi juga diingatkan agar tidak memaksakan diri saat kelelahan. Jika kondisi tubuh mulai menurun, sebaiknya tidak berhenti di bahu jalan dan segera memanfaatkan rest area terdekat demi menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka