Jakarta (KABARIN) - Aktor peraih Oscar, Leonardo DiCaprio, mengungkapkan keprihatinannya terhadap masa depan bioskop di tengah perubahan besar yang sedang terjadi di industri perfilman global. Di saat layanan streaming semakin mendominasi cara orang menikmati film, pengalaman menonton di layar lebar dinilai kian terpinggirkan.
Dalam wawancara yang dikutip dari Deadline, Sabtu (3/1), DiCaprio menyebut bahwa dunia film sedang berada di fase transisi yang berlangsung sangat cepat. Ia mempertanyakan apakah penonton masih memiliki minat dan selera untuk datang ke bioskop seperti sebelumnya.
“Perubahannya sangat cepat. Kita sedang menyaksikan transisi besar,” ujar DiCaprio saat berbincang dengan The Times.
Menurutnya, tanda-tanda pergeseran itu sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Film dokumenter, yang dulu sempat mendapat ruang di bioskop, kini nyaris sepenuhnya berpindah ke platform digital. Sementara itu, film-film drama hanya tayang singkat sebelum akhirnya dinantikan penonton melalui layanan streaming di rumah.
“Sekarang film drama hanya diputar dalam waktu terbatas dan orang-orang memilih menunggu untuk menontonnya di streaming,” lanjutnya. Ia bahkan melontarkan pertanyaan reflektif, apakah bioskop di masa depan akan menjadi ruang yang semakin eksklusif. “Apakah bioskop akan menjadi tempat terisolasi—seperti bar jazz?” ucapnya.
Kekhawatiran serupa juga ia sampaikan dalam pernyataan sebelumnya kepada Deadline. DiCaprio menyebut bahwa menjaga agar film tetap relevan dan diminati di bioskop kini menjadi perjuangan tersendiri.
“Tahun ini terasa seperti salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah perfilman,” katanya. Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah mengajak penonton kembali merasakan pengalaman sinematik secara kolektif di ruang bioskop.
Meski demikian, bintang film Titanic itu masih menyimpan harapan. Ia optimistis akan muncul sosok-sosok visioner yang mampu menghadirkan karya unik dan berani—film-film yang memang diciptakan untuk dinikmati di layar lebar, bukan sekadar di layar gawai.
Komentar DiCaprio ini muncul tak lama setelah film terbarunya, “One Battle After Another” garapan Paul Thomas Anderson, mencatatkan kesuksesan komersial dengan pendapatan lebih dari 205 juta dolar AS di seluruh dunia—sebuah bukti bahwa film bioskop masih memiliki tempat, meski tantangannya kian besar.
Sumber: Deadline