Jakarta (KABARIN) - Michael B. Jordan mengungkapkan dirinya sempat butuh terapi setelah membintangi film “Black Panther”.
Dalam wawancara bersama “CBS Sunday Morning”, ia menceritakan perannya sebagai tokoh antagonis Erik Killmonger ternyata meninggalkan jejak emosional yang cukup kuat, sampai-sampai ia perlu bantuan untuk menenangkan diri.
“Saya pergi ke terapi, membicarakannya, dan menemukan cara untuk benar-benar menenangkan diri. Dan pada titik itu, saya masih belajar bahwa saya memang perlu melepaskan diri dari sebuah karakter,” kata Michael B. Jordan.
Jordan menjelaskan akting itu prosesnya panjang dan individual, mulai dari audisi, latihan, hingga rangkaian persiapan yang intens. Selama itu, ia sadar ada “sisa karakter” yang tetap menempel dan harus dilepas, sehingga berbicara dan berbagi pengalaman jadi sangat penting.
“Jadi sambil belajar menjalani semua itu, saya menyadari, ‘Wah, ternyata masih ada sedikit yang melekat pada saya dan perlu dilepaskan',” tutur dia.
Ia juga mengenang sulitnya melepaskan sosok Killmonger karena mendalami karakter itu sejak jauh sebelum syuting dimulai. Jordan mengaku menghabiskan banyak waktu dalam kondisi “terisolasi” dan “tidak banyak berbicara” dengan keluarga saat mempersiapkan peran antagonis tersebut.
“Erik sebenarnya tidak benar-benar mengenal banyak kasih sayang. Saya rasa Erik tidak pernah merasakannya. Dia mengalami banyak pengkhianatan dan berada dalam sistem yang gagal di sekelilingnya, yang kemudian membentuk dirinya, kemarahan, dan frustrasinya,” tutur dia.
Michael B. Jordan membintangi “Black Panther” arahan Ryan Coogler bersama mendiang Chadwick Boseman, Lupita Nyong’o, Danai Gurira, Martin Freeman, Daniel Kaluuya, Letitia Wright, dan Winston Duke. Film ini yang dirilis pada Februari 2018 berhasil meraih pendapatan 1,34 miliar dolar AS di seluruh dunia.
Sumber: Variety