Jason deVos Bongkar Rahasia John Herdman Bikin Kanada Tembus Piala Dunia

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Mantan pemain timnas Kanada, Jason deVos, akhirnya buka-bukaan soal rahasia di balik kesuksesan John Herdman yang bikin Kanada kembali ke Piala Dunia setelah absen 36 tahun di Qatar 2022.

DeVos yang dulu juga jadi director of development di timnas saat Herdman jadi pelatih utama, bilang kunci Herdman terletak pada pendekatan jangka panjang yang fokus pada pembentukan karakter pemain sejak awal.

“Dukungan John Herdman terhadap prinsip pengembangan pemain jangka panjang, termasuk penggunaan aktivitas latihan dan format permainan yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan pemain, menegaskan jalur menuju level elite dalam sepak bola dimulai dari akar rumput,” kata DeVos yang juga sempat jadi asisten Herdman di Toronto FC.

Baru-baru ini PSSI resmi memperkenalkan Herdman sebagai pelatih timnas Indonesia. Pelatih 50 tahun ini datang bukan cuma sebagai ahli taktik, tapi juga sebagai pembangun budaya tim, dengan pendekatan ‘brotherhood’ alias persaudaraan di ruang ganti.

Rekam jejak Herdman di Kanada, baik tim putra maupun putri, menunjukkan kalau perubahan yang ia bawa tidak cuma soal strategi di papan taktik, tapi juga soal mental, ego, dan dinamika di ruang ganti. Tim di bawah Herdman dikenal solid, saling percaya, dan punya identitas kolektif yang kuat, mulai dari akar rumput sampai level elite.

“Pendekatan itu sejalan dengan prinsipnya yang berfokus pada pengajaran dasar-dasar permainan kepada pemain muda, sehingga memberi mereka peluang terbaik untuk mencapai level elite sepak bola,” tambah DeVos yang punya 49 caps bersama timnas Kanada.

Konsep persaudaraan Herdman juga terlihat dari kedisiplinan emosional dan rasa tanggung jawab antar pemain. Junior Hoilett yang ikut tim Kanada di Piala Dunia 2022 bilang budaya itu bikin semua pemain bergerak tanpa ego pribadi.

“Apa yang dibangun John Herdman di sini adalah budaya persaudaraan yang nyata, tanpa agenda pribadi. Semua orang berada di jalur yang sama dan tahu mengapa mereka berada di sini untuk tim nasional,” ujar Hoilett yang kini berusia 35 tahun.

Dampak Herdman juga terasa di kehidupan pribadi pemain. Rhian Wilkinson, mantan timnas putri Kanada, bilang Herdman memengaruhi mereka lebih dari sekadar soal sepak bola.

“John Herdman telah memengaruhi kami semua dalam cara yang sangat besar dan hanya sebagian kecil dari itu yang sebenarnya berkaitan langsung dengan sepak bola. Kedengarannya mungkin berlebihan, tapi ia mungkin telah mengubah saya sebagai pribadi, padahal saya baru mengenalnya ketika berusia 29 tahun,” kata Wilkinson.

Bagi Diana Matheson, mantan pemain timnas putri Kanada, Herdman menilai sukses tim bukan hanya soal skor, tapi soal bagaimana tim mencapai tujuan bersama.

“Di tim John Herdman yang penting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana kita memilih mencapainya. Gaya bermain itu penting, dengan siapa kita melakukannya juga penting, tetapi lebih penting lagi kami menjadi orang Kanada yang baik dalam skuad nasional,” ungkap Diana yang kini berusia 41 tahun.

Herdman sendiri menegaskan fondasi kultur dan sistem yang kuat adalah kunci kesuksesan tim.

“Saat kami membangun kembali program Timnas Putri Kanada itu semuanya dari nol. Dimulai dengan membangun sistem high-performance, pengembangan talenta, dan menghadirkan orang-orang yang tepat,” kata Herdman.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka