Jakarta (KABARIN) - Honda Motor mengumumkan akan menunda kembali pengoperasian tiga pabriknya di China karena krisis chip otomotif masih berlanjut.
Nikkei Asia melaporkan, keputusan ini berdampak pada GAC Honda Automobile, usaha patungan Honda dengan Guangzhou Automobile Group. Semula pabrik dijadwalkan beroperasi kembali pada hari Senin setelah libur lima hari, tapi sekarang target baru dimundurkan ke 19 Januari.
Sementara itu, produksi mobil bertenaga bensin dan kendaraan lainnya akan ditangguhkan sampai 16 Januari.
Honda juga memastikan pabrik patungan lainnya dengan Dongfeng Motor akan tetap melanjutkan produksinya.
Di Jepang, dua pabrik Honda, Suzuka di prefektur Mie dan Yorii di Saitama, juga akan berhenti beroperasi pada Senin dan Selasa. Pabrik Suzuka memproduksi model-model favorit domestik seperti N-Box.
Masalah utama muncul karena penghentian pengiriman chip dari Nexperia yang membuat komponen penting ini langka. Honda sangat bergantung pada Nexperia untuk beberapa komponen kunci, sehingga kekurangan ini memaksa mereka mengurangi produksi beberapa model utama di Amerika Utara sejak akhir Oktober.
Diperkirakan kekurangan chip ini bisa menekan laba operasional Honda di Amerika Utara sampai 150 miliar yen atau sekitar Rp16 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.
Honda sendiri sedang mencari alternatif pasokan agar produksi pabrik bisa lebih stabil ke depannya.
Sumber: Nikkei Asia